Pemko Padang Gelar Operasi Pasar Murah Jelang Iduladha

oleh -33 Dilihat
Hari pertama Operasi Pasar Murah dipusatkan di Tempat Evakuasi Sementara (TES) Jalan Pinang Sori II, Kelurahan Air Tawar Timur, Kecamatan Padang Utara, Selasa (19/5/2026.
Hari pertama Operasi Pasar Murah dipusatkan di Tempat Evakuasi Sementara (TES) Jalan Pinang Sori II, Kelurahan Air Tawar Timur, Kecamatan Padang Utara, Selasa (19/5/2026.

Padang – Pemerintah Kota Padang memperluas langkah pengendalian inflasi menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah dengan menggelar Operasi Pasar Murah di tiga kecamatan.

Tiga wilayah yang menjadi sasaran kegiatan tersebut yakni Padang Utara, Koto Tangah, dan Kuranji. Pelaksanaan perdana dilakukan di Tempat Evakuasi Sementara (TES), Jalan Pinang Sori II, Kelurahan Air Tawar Timur, Selasa (19/5/2026).

Pemko Padang memusatkan kegiatan di kawasan permukiman padat penduduk agar warga, terutama dari kelompok ekonomi menengah ke bawah, bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Kebutuhan Pokok Penting Dinas Perdagangan Kota Padang, Edrian Edward, mengatakan pemerintah sengaja menghadirkan distributor utama secara langsung untuk mempersingkat rantai pasok.

“Langkah ini dilakukan agar stok tetap tersedia dan harga di pasaran bisa ditekan,” ujarnya.

Sejumlah badan usaha ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut, di antaranya Bulog, PPI, CP Tani Makmur, dan PT Genta Raya.

Edrian menegaskan, pasar murah ini dirancang untuk menahan laju inflasi sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pokok penting menjelang Iduladha.

“Tujuannya mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas harga barang pokok penting menjelang Iduladha,” katanya.

Dengan hadirnya distributor utama, sejumlah komoditas seperti beras, telur, minyak goreng, gula, dan cabai dijual di bawah harga pasar tradisional.

Selisih harga juga cukup terasa. Minyak goreng subsidi, misalnya, dilepas Rp15.000 per liter, lebih rendah dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Rp15.700.

Selain harga yang lebih murah, pemerintah juga menyiapkan dukungan tambahan berupa kupon potongan harga senilai Rp5.000 per lembar untuk 300 warga.

“Setiap warga bisa menggunakan maksimal dua kupon, sehingga mendapat potongan instan Rp10.000 saat membayar di kasir,” kata Edrian.

Setelah kegiatan di Padang Utara, operasi pasar murah akan berlanjut ke Kecamatan Koto Tangah pada 20 Mei dan Kecamatan Kuranji pada 21 Mei 2026.

Salah seorang warga, Dewianra Wita, mengaku terbantu dengan pelaksanaan pasar murah itu.

Ia menilai pilihan barang yang tersedia cukup lengkap dan harganya jauh lebih rendah dibandingkan di pasaran, sehingga pengeluaran rumah tangga terasa lebih ringan.