Siswa MAN 2 Padang Lolos Nominasi Capaska Nasional 2026

oleh -41 Dilihat
siswa-man-2-padang-masuk-nominasi-capaska-nasional-2026-dari-sumbar
Siswa MAN 2 Padang Masuk Nominasi Capaska Nasional 2026 dari Sumbar

Padang – Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Padang, Fathir Verianico, berhasil menembus nominasi seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaska) Nasional Tahun 2026 mewakili Provinsi Sumatera Barat.

Fathir merupakan utusan Kota Padang yang lolos setelah melewati rangkaian seleksi berjenjang, mulai dari tingkat madrasah, kota, hingga provinsi. Rekam jejak itu membuat namanya masuk daftar kandidat nasional dari Sumbar.

Pembina Paskibra MAN 2 Padang, Leli Afrina, mengatakan proses seleksi yang ditempuh Fathir berlangsung panjang dan ketat. Tahapan itu melibatkan perwakilan dari 19 kabupaten dan kota di Sumbar.

“Prosesnya cukup panjang, mulai dari seleksi internal madrasah sampai seleksi tingkat provinsi yang diikuti perwakilan dari 19 kabupaten dan kota di Sumbar,” kata Leli, Kamis (14/5/2026).

Di tingkat kota, peserta harus melalui seleksi administrasi, tes wawasan kebangsaan (TWK), tes intelegensi umum (TIU) berbasis computer assisted test (CAT), pemeriksaan kesehatan, parade, kesamaptaan, hingga tes kepribadian.

Seleksi berlanjut di tingkat provinsi dengan agenda TWK dan TIU berbasis CAT oleh BPIP, peraturan baris-berbaris (PBB), kesamaptaan, uji bakat, dan tes kepribadian.

Leli menilai konsistensi nilai dan kondisi fisik yang prima menjadi kunci yang mengantar Fathir masuk nominasi nasional dari Sumbar.

Salah satu penampilan terbaik Fathir, kata dia, terlihat saat tes kepribadian. Dengan sejumlah prestasi yang dimilikinya, Fathir mampu menjawab pertanyaan tim penguji secara terukur dan meyakinkan.

“Dengan sederet prestasi yang dimiliki, Fathir mampu memberikan jawaban yang terukur dan meyakinkan tim penguji,” ujarnya.

Selain itu, Fathir juga dinilai mampu beradaptasi dan bekerja sama dengan baik selama proses seleksi berlangsung. Panitia dan penguji, menurut Leli, tidak hanya melihat kemampuan akademik dan fisik, tetapi juga sikap atau attitude peserta.

“Hal mendasar yang sangat diperhatikan panitia dan tim penguji adalah attitude. Di samping itu, kemampuan akademik, ketahanan fisik, dan mental yang kuat juga menjadi indikator penting,” kata Leli.

Di balik prestasi itu, Fathir harus membagi waktu antara latihan fisik, psikotes, kegiatan akademik, dan aktivitas sekolah. Tantangan lain yang juga dihadapi adalah menjaga kondisi tubuh agar tetap stabil dan terhindar dari cedera saat intensitas latihan meningkat menjelang seleksi provinsi.

“Fathir juga harus benar-benar menjaga kondisi kesehatan agar tetap stabil dan tidak cedera di tengah intensitas latihan yang meningkat menjelang seleksi tingkat provinsi,” ujarnya.

Kepala MAN 2 Padang, Ahmad Asdi, menyampaikan rasa bangga atas capaian siswanya itu. Ia berharap Fathir dapat melaju ke tahap berikutnya dan terpilih menjadi anggota Paskibraka Nasional 2026.