Padang – Polda Sumatera Barat mencatatkan performa gemilang dalam memberantas tindak kriminal sepanjang 2026. Keberhasilan ini dibuktikan dengan capaian pengungkapan kasus yang melampaui target melalui dua operasi besar, yakni Operasi Pekat dan Operasi Sikat Singgalang.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumbar, Kombes Pol. Teddy Fanani, menjelaskan bahwa efektivitas penindakan hukum di wilayahnya mencapai angka impresif. Ia menyampaikan hal tersebut saat konferensi pers di Mapolda Sumbar, Kamis (6/8).
Pada Operasi Pekat Singgalang yang berlangsung Februari lalu, polisi berhasil mengungkap tujuh perkara dari target awal empat kasus. Jika diakumulasikan dengan kinerja Polres di jajarannya, angka efektivitas penindakan mencapai 217 persen.
“Seluruh target berhasil kami lampaui. Perkara yang ditangani Ditreskrimum bahkan sudah berstatus tahap II, artinya tersangka dan barang bukti sudah diserahkan ke kejaksaan,” ujar Teddy Fanani.
Operasi tersebut difokuskan pada pemberantasan perjudian dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Sebanyak delapan tersangka pria berhasil diamankan bersama barang bukti berupa uang tunai dan perangkat perjudian.
Tren positif berlanjut pada Operasi Sikat Singgalang yang digelar akhir Juni hingga awal Juli 2026. Operasi ini mencatatkan tingkat keberhasilan 100 persen di tingkat Polda, dengan total efektivitas akumulatif mencapai 168 persen.
Sasaran utama operasi ini adalah kejahatan konvensional yang meresahkan masyarakat, seperti pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, hingga penadahan. Sejumlah barang bukti, termasuk kendaraan roda empat dan ponsel, berhasil disita petugas.
“Kami berupaya keras menekan kejahatan konvensional. Penindakan akan terus kami lakukan secara profesional agar situasi kamtibmas di Sumatera Barat tetap kondusif,” tegas Teddy.
Di sisi lain, Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol. Susmelawati Rosya, menyatakan bahwa raihan ini akan menjadi tolak ukur kinerja kepolisian di masa mendatang. Ia pun mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan.
Susmelawati mengimbau warga agar segera melapor ke kantor kepolisian terdekat jika menemukan aktivitas yang mencurigakan.
“Kami mengajak masyarakat berperan aktif. Kinerja kepolisian akan jauh lebih efektif dengan dukungan informasi dari warga,” pungkasnya.






