Padang – Polda Sumatera Barat kini menempuh strategi jemput bola dengan menerjunkan langsung para pejabat utama ke lingkungan kampus dan sekolah. Langkah ini diambil sebagai upaya masif untuk membentengi generasi muda dari jerat penyalahgunaan narkotika.
Kepastian mengenai pola edukasi langsung ini disampaikan saat konferensi pers pengungkapan kasus narkoba di Mapolda Sumbar, Selasa (30/6/2026). Hadir dalam kesempatan tersebut Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Solihin, Dirresnarkoba Kombes Pol Wedy Mahadi, dan Kabid Humas Kombes Pol Susmelawati Rosya.
Menurut Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, kehadiran pimpinan kepolisian di institusi pendidikan bertujuan membangun kesadaran kritis sejak dini. Ia menegaskan bahwa pendekatan persuasif melalui kegiatan positif jauh lebih efektif untuk menekan angka peredaran narkoba.
“Ini sangat efektif bagi kita semua menjaga generasi muda, anak kemenakan kita kepada hal-hal positif digalakkan, dan sangat bagus untuk menghindari bahaya narkoba,” ujar Susmelawati.
Program tersebut secara rutin menyasar civitas akademika di sejumlah perguruan tinggi besar, seperti Universitas Negeri Padang (UNP), Universitas Andalas (Unand), hingga Universitas Islam Negeri (UIN). Para pejabat Polda Sumbar terjun langsung ke lapangan tanpa diwakilkan untuk memastikan pesan bahaya narkoba tersampaikan dengan optimal.
Polda Sumbar berharap, kolaborasi antara kepolisian dan dunia pendidikan ini dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih dari zat terlarang. Dengan edukasi yang masif, institusi kepolisian optimistis penyalahgunaan narkoba di wilayah Sumatera Barat dapat ditekan secara signifikan.






