Jakarta – Gelombang pemulihan kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah komando Badan Pengelolaan Investasi (BPI) Danantara membuahkan hasil impresif. Sebanyak 22 perusahaan pelat merah sukses mencatatkan lonjakan laba signifikan hingga April 2026, dengan beberapa entitas bahkan berhasil keluar dari zona merah.
Transformasi tata kelola yang diterapkan Danantara dinilai menjadi kunci utama di balik tren positif ini. Berbagai sektor, mulai dari energi, perbankan, hingga konstruksi, menunjukkan kenaikan performa keuangan yang cukup tajam dibanding periode yang sama tahun lalu.
PT Pertamina memimpin perolehan laba dengan angka fantastis mencapai Rp24,9 triliun, disusul oleh Bank Mandiri sebesar Rp21,3 triliun dan BRI yang mencatatkan laba Rp21,2 triliun. Sementara itu, Bank BTN mencatatkan rekor pertumbuhan persentase tertinggi dengan lonjakan laba mencapai 1.339 persen atau setara Rp1,4 triliun.
Keberhasilan serupa juga diraih perusahaan yang sebelumnya terpuruk. Krakatau Steel, misalnya, sukses membalikkan kerugian Rp981 miliar menjadi laba Rp635 miliar. Begitu pula dengan Kimia Farma, LEN Indonesia, hingga Danareksa yang kini kembali mencetak keuntungan setelah melakukan restrukturisasi.
Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa pencapaian ini membuktikan efektivitas transformasi yang sedang dijalankan. Ia menekankan pentingnya menjaga ritme positif tersebut melalui tata kelola yang transparan.
“Capaian ini menunjukkan bahwa transformasi BUMN mulai memberikan hasil yang nyata. Yang penting ke depan adalah menjaga konsistensi, memperkuat tata kelola, dan memastikan setiap informasi yang disampaikan kepada publik berbasis data, fakta, serta kondisi riil di lapangan,” ujar Dony.
Dony menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus terbuka terkait perkembangan kinerja BUMN kepada publik. Langkah ini diambil guna memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap proses transformasi yang sedang berlangsung.
Ke depan, seluruh jajaran BUMN diinstruksikan untuk terus memperkuat sinergi internal. Harapannya, perusahaan pelat merah dapat semakin optimal menjalankan perannya sebagai motor penggerak utama dalam mendukung transformasi ekonomi nasional.






