Wisuda 333 Santri Perkuat Syiar Islam di Padang

oleh -11 Dilihat
Sebanyak 333 anak muda di Kota Padang resmi menyandang gelar wisudawan penghafal Al-Qur'an pada Minggu (21/6/2026).
Sebanyak 333 anak muda di Kota Padang resmi menyandang gelar wisudawan penghafal Al-Qur'an pada Minggu (21/6/2026). Foto : Istimewa

Padang – Pemerintah Kota Padang menyambut positif kontribusi Rumah Tahfidz Ashhabul Quran Nurul Ilmi dalam mendukung visi daerah melalui program pendidikan keagamaan. Dukungan ini mengemuka seiring diwisudanya 333 penghafal Al-Qur’an baru oleh lembaga tersebut di Gedung Youth Center, Minggu (21/6/2026).

Staf Ahli Wali Kota Padang Bidang SDM dan Kemasyarakatan, Syahrial Kamat, menyatakan bahwa langkah lembaga ini sejalan dengan program unggulan (Progul) Smart Surau. Menurutnya, upaya mencetak generasi yang dekat dengan Al-Qur’an merupakan fondasi penting dalam pembangunan karakter pemuda di Kota Padang.

“Ini juga sesuai dengan Progul Smart Surau yang salah satu tujuannya adalah menciptakan generasi muda yang dekat dengan agama dan Al Qur’an,” tutur Syahrial.

Dalam prosesi wisuda tersebut, ratusan santri dinyatakan lulus setelah menuntaskan hafalan Al-Qur’an mulai dari 1 hingga 10 juz. Capaian ini sekaligus menandai eksistensi Rumah Tahfidz Ashhabul Quran Nurul Ilmi yang telah berkiprah selama 11 tahun di Sumatra Barat.

Ketua Yayasan Ashhabul Quran Nurul Ilmi, Ariansyah, menegaskan bahwa para lulusan tidak sekadar dituntut menghafal, tetapi dipersiapkan untuk menjadi penggerak di lingkungan masyarakat. Pihaknya mendorong para penghafal baru ini aktif dalam kegiatan keagamaan, termasuk bersiap berkompetisi dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ).

“Kita berharap nilai-nilai yang didapatkan bisa diamalkan agar bermanfaat di tengah masyarakat. Lulusan ini didorong untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan keagamaan,” ungkap Ariansyah.

Ariansyah juga mengimbau para orang tua untuk menjadikan pendidikan Al-Qur’an sebagai prioritas utama dalam membentengi karakter anak sejak dini. Ia berharap para santri ini nantinya menjadi tombak dalam mengawal syiar keagamaan di Kota Padang.

Sebagai upaya memperluas jangkauan pendidikan, lembaga ini kini telah mengelola 43 cabang yang tersebar di wilayah strategis seperti Lubuk Kilangan, Kuranji, Ampang, hingga Tunggul Hitam. Demi memudahkan akses pendaftaran bagi masyarakat, seluruh lokasi cabang tersebut kini telah terintegrasi dalam sistem Google Maps.