Jakarta – Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak pemerintah untuk memperketat sistem mitigasi bencana, baik bagi Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri maupun masyarakat di dalam negeri. Hal ini merespons rentetan gempa bumi magnitudo tinggi yang melanda Venezuela, Jepang, dan Amerika Serikat secara beruntun.
Puan menegaskan bahwa kehadiran negara sangat krusial dalam melindungi WNI di tengah situasi darurat global. Ia meminta pemerintah segera mengaktifkan protokol perlindungan yang komprehensif.
“Negara harus selalu memiliki kemampuan untuk menjangkau, melindungi, dan memastikan keselamatan WNI di manapun rakyat Indonesia berada,” tegas Puan dalam keterangan tertulisnya, Senin (29/6/2026).
Langkah konkret yang diminta Puan meliputi pembentukan pusat informasi terpadu, penyaluran bantuan logistik, hingga dukungan layanan psikososial. Ia juga mendorong optimalisasi teknologi, seperti pemutakhiran data diaspora dan penguatan layanan Safe Travel.
Rentetan gempa tersebut terjadi dalam kurun waktu kurang dari 24 jam sejak Rabu (24/6). Bencana paling parah menimpa Venezuela dengan gempa M7,5 yang merenggut 235 nyawa, sementara dampak gempa di Jepang dan California dilaporkan nihil korban jiwa.
Puan menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi kemanusiaan tersebut. Ia menyebut Indonesia memiliki pemahaman mendalam terkait situasi tersebut karena karakteristik geografis yang serupa.
“Atas nama DPR RI dan rakyat Indonesia, kami sampaikan dukacita mendalam kepada masyarakat Venezuela. Kami dapat merasakan beratnya beban akibat gempa bumi seperti di Venezuela karena pernah mengalami hal yang sama,” ungkap politisi PDI-Perjuangan tersebut.
Selain aspek perlindungan WNI, Puan juga menekankan pentingnya edukasi mitigasi bencana bagi masyarakat tanah air. Ia menilai kesiapsiagaan mandiri adalah kunci utama dalam meminimalisir risiko saat terjadi guncangan.
“Masyarakat Indonesia perlu terus mengasah kesiapsiagaan mandiri dan cara menyelamatkan diri saat terjadi gempa, mulai dari memahami teknik berlindung di bawah furnitur kokoh sampai evakuasi bila ada ancaman tsunami,” pungkasnya.






