Sekda Sumbar Apresiasi PNM Perkuat Ekonomi UMKM

oleh -23 Dilihat
sekda-sumbar-apresiasi-peran-pnm-perkuat-ekonomi-keluarga-dan-umkm
Sekda Sumbar Apresiasi Peran PNM Perkuat Ekonomi Keluarga dan UMKM

Solok – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengapresiasi peran PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dalam memperkuat ekonomi keluarga dan mendorong tumbuhnya usaha mikro di daerah. Dalam lima tahun terakhir, PNM disebut telah menyalurkan pembiayaan Rp12,6 triliun kepada 384 ribu nasabah di Sumbar.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar Arry Yuswandi menyampaikan hal itu saat mewakili Gubernur Sumbar membuka Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar 2026 di Convention Hall Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Sabtu (13/6/2026).

Kegiatan bertema “UMKM Tangguh, Cerdas Finansial, Lengkap Legalitas” itu diikuti sekitar 500 nasabah UMKM yang merupakan mitra binaan PNM.

Arry juga menyampaikan permohonan maaf dari Gubernur Sumbar yang tidak dapat hadir karena menjalankan agenda di luar daerah. Di hadapan peserta, ia menegaskan apresiasi kepada PNM yang dinilai konsisten mendampingi pelaku usaha, terutama perempuan, agar lebih mandiri secara ekonomi.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumbar, kami mengucapkan terima kasih kepada PNM. Perannya sangat besar dalam membantu ibu-ibu pelaku usaha menjadi lebih mandiri dan mampu mengembangkan usahanya,” ujar Arry.

Ia menuturkan, penguatan ekonomi daerah harus dimulai dari keluarga. Karena itu, kata dia, pemberdayaan perempuan melalui permodalan dan pendampingan usaha menjadi langkah penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Kalau ibu-ibunya kuat, ekonomi keluarga juga kuat. Program pembangunan yang melibatkan ibu-ibu hampir selalu berhasil. Itu yang dibuktikan oleh PNM selama ini,” katanya.

Arry juga meminta para nasabah memaksimalkan fasilitas pembinaan dan pendampingan dari PNM agar usaha yang dijalankan dapat berkembang lebih jauh.

“PNM sudah memberikan modal, membina, dan mendampingi. Sekarang tugas kita memanfaatkan kesempatan itu sebaik-baiknya agar usaha mikro dapat berkembang menjadi usaha kecil, lalu tumbuh menjadi usaha menengah yang lebih kuat dan berdaya saing,” ujarnya.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Ekonomi Pemkab Solok Deni Prihatno yang hadir mewakili Bupati Solok menegaskan UMKM merupakan tulang punggung ekonomi daerah dan terbukti mampu bertahan di tengah berbagai tantangan.

Menurut Deni, PKU menjadi sarana penting untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha, mulai dari manajemen, legalitas, pemasaran, hingga perluasan jaringan bisnis.

“Pelatihan seperti ini bukan hanya menambah ilmu dan wawasan, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku usaha untuk mengembangkan produk, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing,” katanya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Divisi Pengembangan Kapasitas Usaha PT PNM Husein menjelaskan PKU merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mendorong pelaku usaha mikro dan ultra mikro agar tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh dan naik kelas secara berkelanjutan.

Ia mengungkapkan, secara nasional PNM kini memiliki 12,6 juta nasabah aktif dan telah menyalurkan pembiayaan Rp387 triliun kepada 22 juta pelaku usaha mikro dan ultra mikro dalam lima tahun terakhir. Khusus di Sumbar, PNM memiliki 102 unit layanan Mekaar dan 14 kantor ULaMM dengan total pembiayaan Rp12,6 triliun.

“Tahun 2026 menjadi momentum akselerasi bagi PNM di Sumbar. Kami menargetkan penyaluran pembiayaan sebesar Rp2 triliun serta pelaksanaan 986 kegiatan pelatihan dan pendampingan lanjutan bagi sekitar 39 ribu nasabah,” ungkap Husein.

Kegiatan itu juga dihadiri perwakilan Otoritas Jasa Keuangan, jajaran PT Permodalan Nasional Madani, Bank Rakyat Indonesia Regional Padang, unsur Forkopimda Kabupaten Solok, serta para pelaku UMKM dari berbagai daerah di Sumbar.