Perantau Minang Tagih Janji Kampanye Pramono-Rano di Jakarta

oleh -10 Dilihat
forum-perantau-minang:-janji-kampanye-pram-doel-tinggal-kenangan,-rakyat-kini-menagih
Forum Perantau Minang: Janji Kampanye Pram-Doel Tinggal Kenangan, Rakyat Kini Menagih

Jakarta – Relawan Forum Perantau Minang untuk Pram-Doel menagih realisasi janji politik Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang dinilai belum menepati komitmennya kepada warga Minang di ibu kota.

Ketua Umum relawan tersebut, M. Rafik Perkasa Dt Rajo Kuaso, menyatakan bahwa pihaknya mulai merasa kecewa karena berbagai poin kesepakatan saat masa kampanye belum menunjukkan tanda-tanda pelaksanaan.

Ia menegaskan bahwa tuntutan ini bukan soal meminta keistimewaan, melainkan soal integritas pemimpin. “Kami tidak meminta keistimewaan. Kami hanya menagih komitmen yang pernah disampaikan sendiri kepada masyarakat Minang. Janji politik adalah hutang moral yang harus dipenuhi,” tegas M. Rafik.

Sejumlah poin yang ditagih meliputi penguatan peran warga Minang dalam pembangunan Jakarta, dukungan permodalan bagi UMKM perantau, hingga program beasiswa bagi putra-putri berprestasi. Selain itu, terdapat janji terkait pembangunan pusat budaya Minang atau Rumah Gadang, serta dukungan terhadap pelestarian rendang sebagai kuliner warisan budaya.

Hingga saat ini, M. Rafik menilai implementasi program-program tersebut masih nihil. Ia menyoroti belum adanya tindak lanjut terhadap aspirasi masyarakat serta minimnya dukungan konkret bagi perantau Minang di Jakarta.

“Saat kampanye janjinya begitu indah. Setelah terpilih, jangan sampai masyarakat merasakan seolah-olah pemerintah mengalami lupa terhadap janji-janji yang pernah disampaikan,” ujarnya.

Pihaknya menegaskan bahwa kritik ini merupakan bentuk kontrol sosial agar pemerintah tetap konsisten. Mereka berharap Pemprov DKI segera membuka ruang dialog dengan tokoh-tokoh masyarakat Minang untuk membahas realisasi janji tersebut.

“Warga Minang di Jakarta ikut berkontribusi bagi kemajuan ibu kota. Karena itu, kami berharap pemerintah tidak melupakan aspirasi kami. Jangan hanya datang saat membutuhkan dukungan politik, lalu menghilang setelah memperoleh kekuasaan,” tambahnya.

M. Rafik memastikan bahwa masyarakat akan terus mengawal komitmen politik tersebut. Ia menegaskan bahwa aksi ini murni untuk menagih janji, bukan untuk mencari konflik.

“Ingat, kami bersuara karena kami peduli. Kami tidak sedang mencari konflik, tetapi menagih janji. Janji adalah utang moral yang harus dipenuhi,” tandasnya.