Pemko Sawahlunto Gandeng BDTBT Tingkatkan Edukasi Tambang

oleh -129 Dilihat
pemko-sawahlunto-perkuat-sinergi-dengan-bdtbt-dorong-edukasi-dan-pelatihan-tambang-bawah-tanah
Pemko Sawahlunto Perkuat Sinergi dengan BDTBT Dorong Edukasi dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah

Sawahlunto – Pemerintah Kota Sawahlunto tengah berupaya memperluas kerja sama dengan Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah (BDTBT) untuk memperkuat sektor pendidikan dan pelatihan pertambangan di wilayahnya.

Upaya ini terungkap dalam pertemuan antara Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, dan Kepala BDTBT, Darius Agung Prata, yang berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota pada Jumat (4/7/2025). Pertemuan tersebut menjadi wadah untuk bertukar pikiran mengenai potensi sinergi yang dapat dikembangkan bersama.

Tujuan utama dari kolaborasi ini adalah untuk memperkuat hubungan kelembagaan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat, baik melalui pelatihan langsung maupun pengembangan sumber daya manusia berbasis potensi lokal.

Riyanda menyampaikan apresiasi atas hubungan baik yang telah terjalin dengan BDTBT selama ini. Ia menekankan pentingnya pengembangan kerja sama ini, terutama dalam menggali dan memaksimalkan potensi Sawahlunto sebagai kota tambang bersejarah. “Kita memiliki kekayaan sejarah tambang batu bara yang luar biasa, dan itu bukan hanya menjadi aset warisan, tapi juga peluang besar untuk pengembangan pendidikan dan pelatihan berbasis tambang,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan BDTBT dapat menjadikan Sawahlunto sebagai pusat edukasi dan pelatihan tambang bawah tanah yang unggul di Indonesia. Ia juga menilai keberadaan BDTBT sebagai lembaga di bawah Kementerian ESDM merupakan keunggulan tersendiri yang perlu dioptimalkan untuk memperkuat daya saing tenaga kerja lokal.

Menanggapi hal tersebut, Darius menyambut baik ajakan dari Pemerintah Kota Sawahlunto. Ia menyatakan kesiapan pihaknya untuk memperluas program pelatihan dan pemberdayaan masyarakat, serta mendukung upaya menjadikan kota ini sebagai pusat pembelajaran tambang yang terintegrasi dengan dunia industri. “Kami melihat potensi besar di Sawahlunto, baik dari sisi sejarah, infrastruktur, maupun semangat pemerintah daerah dalam mendorong sektor pendidikan tambang,” ungkapnya.

Langkah konkret dari kerja sama ini direncanakan meliputi pengembangan kurikulum pelatihan berbasis kebutuhan industri, peningkatan kapasitas SDM lokal, serta penyelenggaraan program pelatihan terbuka bagi masyarakat umum dan pelajar.

Selain memperkuat sektor pendidikan, kerja sama ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan kerja di sektor tambang serta mendorong tumbuhnya wirausaha baru berbasis teknologi pertambangan.

Sebagai salah satu kota tambang tertua di Indonesia dan bagian dari Warisan Dunia UNESCO, Sawahlunto dinilai memiliki modal besar untuk menjadi laboratorium hidup dalam edukasi pertambangan. Kolaborasi dengan BDTBT pun menjadi langkah strategis untuk menjadikan sejarah sebagai pijakan menuju masa depan yang produktif dan berdaya saing.