P2P Sumbar Lahirkan Pengawas Pemilu Partisipatif, Berani Bertindak

oleh -134 Dilihat
resmi-ditutup,-pendidikan-pengawas-partisipatif-di-sumatera-barat
Resmi Ditutup, Pendidikan Pengawas Partisipatif di Sumatera Barat

Padang – Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) di Sumatera Barat telah usai, meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta. Yogi Resya Pratama, salah seorang perwakilan peserta, menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya peran masyarakat dalam menjaga integritas Pemilu.

Dalam testimoninya, Yogi menekankan bahwa kegiatan P2P bukan sekadar ajang menimba ilmu, melainkan wadah untuk menumbuhkan kesadaran dan keberanian dalam mengawal Pemilu. “Bagi kami, integritas pemilu adalah urat nadi demokrasi Indonesia,” ujarnya pada hari Jumat (11/07/2025), seraya menambahkan bahwa menjaga integritas Pemilu bukan hanya tugas penyelenggara, tetapi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

Yogi, yang juga merupakan Alumni SKPP Nasional tahun 2020, menyoroti bahwa kegiatan ini membuka wawasan peserta tentang pentingnya partisipasi aktif dalam pengawasan Pemilu. Ia menjelaskan bahwa para peserta mendapatkan perspektif baru dan pengalaman berharga, terutama dalam melihat hal-hal mendasar yang sering terlewatkan. “Kami jadi lebih paham bahwa demokrasi yang sehat hanya bisa terwujud jika masyarakat tidak pasif,” ungkapnya. “Kami diajak berpikir kritis dan berani terlibat.”

Ia juga menegaskan bahwa P2P merupakan langkah awal menuju Pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas. Ilmu yang didapatkan, menurutnya, harus diimplementasikan dalam tindakan nyata. “Setiap pengetahuan harus direalisasikan dengan tindakan. Kalau tidak, maka semua yang kita pelajari hari ini tidak akan berarti apa-apa,” tegasnya.

Di akhir testimoninya, Yogi berharap kegiatan ini menjadi landasan bagi kerja sama yang lebih luas dan gerakan pengawasan partisipatif yang semakin kuat di tengah masyarakat. “Kami pulang bukan hanya dengan ilmu, tapi juga dengan keberanian untuk peduli dan bertindak,” pungkasnya.