Padang – Sebanyak 10 jemaah haji Debarkasi Padang dilaporkan meninggal dunia di Tanah Suci sepanjang musim haji 1447 H/2026 M. Kabar duka ini mencuat saat operasional pemulangan jemaah resmi berakhir dengan mendaratnya kloter terakhir di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Sabtu (20/6/2026) dini hari.
Selain jemaah yang wafat, tercatat tujuh orang lainnya belum dapat kembali ke Tanah Air. Mereka saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit Arab Saudi akibat kondisi kesehatan yang belum memungkinkan untuk melakukan perjalanan udara.
Kakanwil Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat, M. Rifki, memastikan bahwa pihaknya akan memulangkan jemaah yang sakit tersebut segera setelah tim medis memberikan izin layak terbang.
“Alhamdulillah Kloter 14 telah tiba dengan selamat di Tanah Air. Dengan kedatangan kloter terakhir ini, seluruh rangkaian pemulangan jemaah haji Debarkasi Padang tahun 2026 telah selesai dilaksanakan,” ujar Rifki saat menyambut kedatangan 286 jemaah kloter pamungkas yang menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA 3814.
Data PPIH Debarkasi Padang mencatat total 5.357 jemaah telah kembali dengan selamat dari total 5.374 orang yang diberangkatkan. Salah satu jemaah yang wafat dalam musim haji kali ini adalah Hizbullah Sulan (78), warga Kota Padang yang meninggal saat berada di Madinah.
Meski diwarnai catatan duka, Rifki memberikan apresiasi tinggi terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam kelancaran operasional haji tahun ini. Menurutnya, kesuksesan melayani ribuan jemaah asal Sumatera Barat dan Bengkulu merupakan buah kolaborasi solid antara petugas kloter, tenaga kesehatan, hingga maskapai penerbangan.
Ia berharap seluruh jemaah yang telah berkumpul kembali dengan keluarga di daerah masing-masing dapat meraih predikat haji yang mabrur dan mabrurah. “Semoga mereka senantiasa membawa nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan bermasyarakat,” tutup Rifki.






