Dony Oskaria Pastikan Anak Penghuni Huntara Senen Dapatkan Akses Pendidikan Layak

oleh -13 Dilihat
Dony Oskaria meninjau Huntara Senen untuk memastikan anak-anak penghuni mendapatkan akses pendidikan yang layak.

Jakarta – Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, berkomitmen menjamin akses pendidikan bagi anak-anak warga eks bantaran rel kereta api yang kini menghuni Hunian Sementara (Huntara) Senen, Jakarta Pusat.

Dony meninjau langsung kondisi warga di lokasi Huntara Senen pada Selasa (3/11/2026).

Ia menekankan bahwa status administratif tempat tinggal seharusnya tidak menghalangi hak anak untuk bersekolah.

“Concern kita sebetulnya bahwa akses pendidikan itu harus dapat dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia,” ujar Dony saat kunjungan tersebut.

Pihaknya menemukan kendala di lapangan berupa persyaratan zonasi yang mengharuskan alamat domisili anak sesuai dengan lokasi sekolah.

Beberapa anak kesulitan mendaftar karena alamat kependudukan mereka masih tercatat di kampung asal.

Dony memastikan pemerintah akan segera mengurus persoalan administrasi tersebut agar anak-anak warga Huntara dapat segera mengenyam pendidikan.

“Ada juga tadi beberapa concern, karena alamat mereka kan di kampung, tidak bisa masuk ke sini, nanti kita akan urus,” tegas Dony.

Ia menambahkan bahwa tujuan utama kebijakan ini adalah memastikan seluruh anak mendapatkan akses pendidikan yang layak tanpa terbentur aturan zonasi.

Sebagian besar orang tua penghuni Huntara Senen saat ini bekerja sebagai pemulung.

Dony menyatakan bahwa meski orang tua tetap melanjutkan pekerjaan tersebut, masa depan generasi berikutnya harus dipastikan lebih baik melalui sekolah.

“Kita akan petakan, sebagian besar dari saudara-saudara kita ini kan pemulung, dan mereka cukup bahagia dengan pekerjaan itu, tetapi tentu yang generasi berikutnya ini yang kita pastikan mereka bersekolah dengan baik,” ungkapnya.

Pemerintah berencana mengarahkan anak-anak tersebut untuk mengikuti program Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas hidup warga.

Lingkungan hunian yang sehat serta akses pendidikan menjadi fokus utama penataan kehidupan warga di luar sekadar penyediaan tempat tinggal sementara.