Gubernur Mahyeldi Dorong Rumah Sakit Tingkatkan Kualitas Layanan dan Keselamatan Pasien

oleh -20 Dilihat
Gubernur Sumbar Mahyeldi menyampaikan sambutan pada pelantikan pengurus PERSI dan MAKERSI di Hotel Santika Padang.

Padang – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mendesak seluruh rumah sakit untuk terus berinovasi demi meningkatkan standar pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Mahyeldi saat menghadiri pelantikan pengurus PERSI dan MAKERSI Wilayah Sumbar dan Riau periode 2026–2030 di Hotel Santika Padang, Sabtu (31/10/2026).

Gubernur menegaskan bahwa setiap rumah sakit wajib menempatkan aspek keselamatan pasien sebagai prioritas utama dalam setiap proses medis.

“Rumah sakit harus terus berbenah,” ujar Mahyeldi dalam sambutannya.

Ia menambahkan bahwa perkembangan teknologi kedokteran dan transformasi digital menuntut peningkatan kualitas layanan yang lebih responsif.

Menurut Mahyeldi, keselamatan pasien merupakan indikator utama yang harus menjadi perhatian dalam setiap tahapan pelayanan kesehatan.

Mahyeldi menyoroti fenomena tingginya jumlah masyarakat Indonesia yang masih memilih berobat ke luar negeri.

Kondisi tersebut menyebabkan besarnya arus dana masyarakat mengalir ke luar negeri setiap tahunnya untuk kebutuhan medis.

Ia menilai rumah sakit di Indonesia perlu meningkatkan daya saing melalui penguatan kompetensi tenaga kesehatan, kelengkapan fasilitas, dan tata kelola manajemen.

Gubernur juga mendorong evaluasi mendalam terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi biaya pelayanan kesehatan, termasuk kebijakan pajak alat kesehatan.

Ia berharap PERSI dapat mengomunikasikan berbagai hambatan tersebut kepada Kementerian Kesehatan untuk mencari solusi strategis bagi pelayanan nasional.

Mahyeldi mengingatkan bahwa tenaga kesehatan harus menjalankan tugasnya sebagai bentuk pengabdian kemanusiaan, bukan sekadar pekerjaan profesional.

Ketua PERSI Wilayah Sumbar, Dovy Djanas, menyatakan bahwa pelantikan ini menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi organisasi dalam pembangunan kesehatan.

“Pelantikan pengurus periode 2026–2030 bukan sekadar kegiatan seremonial atau pergantian kepengurusan, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen dan meningkatkan kontribusi organisasi,” tegas Dovy.

Dovy menjelaskan bahwa prioritas utama kepengurusan ke depan meliputi peningkatan mutu layanan, transformasi digital, serta pengembangan kompetensi sumber daya manusia.

PERSI Sumbar juga berencana membentuk AMR Sumbar Network untuk mengendalikan resistensi antimikroba melalui kolaborasi lintas sektor.

Kepengurusan baru ini diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan layanan kesehatan yang aman, merata, dan berkeadilan.