Fadly Amran Dorong Kolaborasi Bangun Sistem Kesehatan UNAND

oleh -244 Dilihat
jadi-pembicara-di-fk-unand,-fadly-amran:-kolaborasi-lintas-sektor-bangun-sistem-pelayanan-kesehatan
Jadi Pembicara di FK UNAND, Fadly Amran: Kolaborasi Lintas Sektor Bangun Sistem Pelayanan Kesehatan

Padang – Pemerintah Kota Padang terus berupaya meningkatkan kapasitas tenaga medis dalam penanganan masalah kesehatan paru, terutama dalam konteks kebencanaan. Hal ini ditegaskan dalam Simposium dan Workshop Nasional “Pulmonary Update 2025: Optimizing Lung Health and Breathe Easily” yang diselenggarakan oleh Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK Unand).

Wali Kota Padang, Fadly Amran, hadir sebagai pembicara utama dalam acara yang berlangsung di The ZHM Premiere Hotel Padang, Sabtu (5/7/2025). Dalam paparannya, Fadly Amran menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun sistem layanan kesehatan yang tangguh dan adaptif terhadap risiko bencana.

“Isu kesehatan paru masih menjadi tantangan besar, terlebih dalam konteks kebencanaan yang kerap terjadi di wilayah kita,” ungkapnya. Fadly Amran menambahkan bahwa simposium dan workshop ini dinilai strategis untuk memperkaya wawasan dan meningkatkan kapasitas tenaga medis, guna menciptakan layanan kesehatan yang responsif.

Lebih lanjut, Fadly Amran memaparkan berbagai langkah yang telah dan akan dilakukan Pemerintah Kota Padang, mulai dari mitigasi risiko, peningkatan kesiapsiagaan, hingga penguatan manajemen kesehatan terpadu. Upaya ini bertujuan menjadikan Padang sebagai kota yang sehat paru dan tangguh bencana. “Seluruh upaya ini sejalan dengan visi kami menjadikan Padang sebagai Smart City dan Kota Sehat,” tegasnya saat membuka kegiatan. Fadly Amran juga menekankan bahwa untuk mewujudkan visi tersebut, dibutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, dan seluruh elemen masyarakat.

Wakil Dekan I FK Unand, Rauza Sukma Rita, menyampaikan bahwa simposium dan workshop ini merupakan bagian dari komitmen FK Unand dalam mendukung peningkatan kompetensi tenaga medis di Indonesia. “Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran ilmiah, tapi juga wadah kolaborasi lintas sektor,” ujarnya. Rauza Sukma Rita berharap para peserta mampu memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan layanan kesehatan, khususnya di bidang pulmonologi.

Ketua Panitia Pulmonary Update 2025, Fenty Anggrainy, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan edisi ke-11 sejak pertama kali digelar, dan telah berkembang menjadi salah satu forum ilmiah bergengsi di kalangan tenaga medis. “Selain sesi pleno dan workshop, peserta juga mengikuti diskusi panel interaktif yang membahas perkembangan terkini dalam penanganan penyakit paru, inovasi terapi, serta tantangan kesehatan di tengah perubahan iklim dan potensi kebencanaan,” sebutnya.

Acara ini turut dihadiri oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang, Dovi Djanas, para akademisi, dokter spesialis paru, serta tenaga medis dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri.