Alat Berat Keruk Sedimen Batang Arau, Target Tuntas

oleh -287 Dilihat
dua-alat-berat-akan-keruk-sedimen-batang-arau,-ditargetkan-tuntas-3-agustus
Dua Alat Berat Akan Keruk Sedimen Batang Arau, Ditargetkan Tuntas 3 Agustus

Padang – Pemerintah Kota Padang bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V, PT Pelindo, dan KSOP Teluk Bayur melakukan peninjauan ke kawasan Batang Arau pada Jumat, 4 Juli 2025, terkait rencana revitalisasi dan penataan kawasan tersebut. Fokus utama penataan ini adalah pengerjaan pengerukan sedimen di muara sungai.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang, Tri Hadiyanto, menyatakan bahwa penataan ini merupakan langkah awal transformasi wajah Batang Arau, sejalan dengan arahan Wali Kota Padang, Fadly Amran, yang menginginkan Batang Arau menjadi salah satu destinasi wisata unggulan. “Selama ini kawasan Batang Arau belum pernah ditata secara menyeluruh. Masih banyak struktur jetty atau dermaga kapal yang belum tertib,” ujarnya. Penataan ini mencakup penertiban jetty, penataan kapal, serta pengerukan sedimen sungai.

Pengerukan sedimen di Batang Arau, menurut Tri, akan dimulai pada Senin, 7 Juli 2025, dengan mendatangkan dua unit alat berat dari BWS Sumatera V. Lokasi pengerukan akan dimulai dari kawasan Seberang Palinggam hingga melewati bawah Jembatan Siti Nurbaya. “Kami mohon dukungan masyarakat. Ini bukan penggusuran, melainkan penataan demi menjadikan Batang Arau sebagai pusat destinasi wisata yang mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar,” jelasnya. Pemerintah Kota Padang juga akan menyusun desain rencana penataan kawasan Batang Arau sebagai bahan pengajuan izin ke Kementerian PUPR sebagai bagian dari pembenahan jangka panjang.

PPK OP SDA BWS Sumatera V, Syatriawan, mengungkapkan bahwa pengerukan sedimen Batang Arau merupakan bagian dari tindak lanjut kesepakatan bersama Pemerintah Kota Padang sekaligus mendukung pelaksanaan event Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-356 yang akan digelar di kawasan ini. “Kami akan melaksanakan pengerukan sepanjang 530 meter dari Jembatan Siti Nurbaya ke arah hulu sungai. Ditargetkan selesai pada 3 Agustus mendatang dengan menggunakan dua unit alat, yaitu ekskavator amfibi dan ekskavator lohan,” tuturnya. Syatriawan menambahkan bahwa pihaknya siap berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Padang untuk memastikan proses revitalisasi dapat berjalan sesuai rencana, sehingga dapat memberikan dampak positif untuk warga sekitar dan dunia pariwisata Kota Padang.