BRI Cetak Sejarah, Bagikan Dividen Terbesar Rp52,1 Triliun

oleh -16 Dilihat
bri-bagikan-dividen-rp52,1-triliun,-perkuat-kontribusi-bagi-kas-negara
BRI Bagikan Dividen Rp52,1 Triliun, Perkuat Kontribusi bagi Kas Negara

Jakarta – Kinerja moncer PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk di bawah supervisi Danantara membawa dampak signifikan bagi ekonomi nasional, salah satunya dengan pembagian dividen jumbo senilai Rp52,1 triliun. Angka tersebut merupakan setoran dividen terbesar sepanjang sejarah perusahaan.

Nominal dividen yang setara Rp346,00 per lembar saham ini resmi disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 pada Jumat (10/4/2026). Dana tersebut bersumber dari laba bersih konsolidasian tahun 2025 yang mencapai Rp57,13 triliun.

Tren positif BRI berlanjut hingga kuartal I 2026 dengan mencatatkan laba bersih Rp15,5 triliun, atau tumbuh 13,7% secara tahunan. Capaian ini dinilai menjadi bukti keberhasilan transformasi perusahaan.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyatakan bahwa supervisi Danantara menjadi momentum penting dalam mempercepat transformasi lewat program BRIVolution Reignite. Fokus utama program ini adalah penguatan struktur pendanaan dan digitalisasi.

“BRI terus melanjutkan transformasi dengan bertumpu pada fundamental yang kuat, penguatan bisnis inti, serta pengembangan sumber pertumbuhan baru,” ujar Hery.

Hery menambahkan, BRI tetap konsisten menjaga keseimbangan antara pertumbuhan laba dengan pemberdayaan UMKM. Hingga Mei 2026, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah mencapai Rp84,36 triliun, dengan sektor pertanian sebagai pendorong utama.

Efisiensi operasional pun terus ditingkatkan, yang tercermin dari penurunan cost of fund ke level 2,3% pada kuartal I 2026. Keberhasilan ini tidak lepas dari masifnya adopsi layanan digital seperti BRImo dan QRIS oleh nasabah.

Selain itu, BRI memperluas akses hunian masyarakat melalui peningkatan alokasi Kredit Pemilikan Properti (KPP) dari Rp8 triliun menjadi Rp12 triliun. Kontribusi ekosistem BRI Group sendiri menyumbang 25,1% terhadap total laba bersih konsolidasian.

COO Danantara, Dony Oskaria, memuji langkah strategis tersebut sebagai pilar penting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menurutnya, bank Himbara saat ini menjadi tulang punggung pembiayaan sektor produktif.

“Kinerja positif ini menjadi motor penggerak pembiayaan di sektor produktif, hilirisasi sumber daya alam, hingga penciptaan lapangan kerja,” tegas Dony.