Agam – Pemerintah daerah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat didesak segera tancap gas membangun 14.897 unit hunian tetap (huntap) bagi korban bencana. Instruksi ini diberikan langsung oleh BNPB untuk memastikan pemulihan hunian warga segera terealisasi.
Kepala BNPB, Letnan Jenderal TNI Suharyanto, memastikan anggaran dari pemerintah pusat dan dukungan kementerian terkait sudah tersedia. Ia meminta kepala daerah di wilayah terdampak segera mengeksekusi pembangunan dengan metode in-situ atau relokasi mandiri.
“Pemerintah daerah diharapkan memperkuat koordinasi dan memastikan seluruh tahapan penanggulangan bencana dapat berjalan cepat, tepat, dan sesuai ketentuan sebagai bentuk komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat terdampak,” tegas Suharyanto.
Penegasan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi daring yang diikuti oleh Bupati Agam, Benni Warlis, pada Senin (6/7). Pertemuan ini menjadi ajang sinkronisasi teknis rehabilitasi dan rekonstruksi di lapangan.
BNPB mencatat total usulan huntap meliputi 12.671 unit di Aceh, 1.531 unit di Sumatera Utara, dan 695 unit di Sumatera Barat. Pemda diminta segera menyiapkan material konstruksi serta pembiayaan tim teknis agar pengerjaan tidak terhambat.
Selain aspek konstruksi, rapat tersebut juga membahas penguatan anggaran melalui skema Transfer ke Daerah (TKD). Saat ini, validasi dan verifikasi data kerusakan rumah terus diperbarui oleh pemerintah daerah sebagai syarat pengajuan tahap selanjutnya.






