Jakarta – Dony Oskaria, tokoh kelahiran Tanah Datar, Sumatera Barat, kini memegang peranan penting dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Pria kelahiran 26 September 1969 ini dipercaya mengemban amanah sebagai Direktur Operasional Danantara (Badan Pengelola Investasi) serta Kepala Badan Pengaturan BUMN.
Sebelum menduduki posisi strategis ini, Dony Oskaria telah menorehkan berbagai prestasi di dunia korporasi dan pemerintahan.
Kariernya dimulai dari petugas customer service perbankan hingga menduduki jabatan penting di CT Corp, termasuk sebagai Presiden Direktur Trans Studio Mall dan Direktur Utama AntaVaya.
Keberhasilannya dalam mengelola bisnis wisata dan hiburan mengantarkannya menjadi salah satu tokoh berpengaruh di industri pariwisata nasional.
Dony juga pernah menjabat sebagai Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia pada masa sulit pandemi, serta sukses memimpin Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney) sebagai Direktur Utama.
Dalam Kabinet Merah Putih, Dony sempat menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Menteri BUMN.
Bersama Rosan Roeslani, Dony bertanggung jawab mengelola aset negara melalui konsolidasi investasi yang modern.
Dony menempuh pendidikan di Universitas Andalas (Unand) sebelum akhirnya meraih gelar sarjana Hubungan Internasional dari Universitas Padjadjaran (Unpad).
Ia kemudian melanjutkan pendidikan dan meraih gelar Magister Administrasi Bisnis (MBA) dari The Asian Institute of Management di Filipina.
Selain aktif di level nasional, Dony Oskaria juga menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan daerah.
Bersama Muhammad Lutfi, ia mengembangkan sektor pariwisata melalui pembangunan hotel dan resort di Jakarta dan Padang, serta memajukan sektor agroindustri di Sumatera Barat.






