Solok – Kesiapan lahan yang matang membuat Pemerintah Kota Solok berhasil mendapatkan prioritas percepatan pembangunan infrastruktur dari pemerintah pusat. Keberhasilan ini menggeser status sejumlah proyek strategis yang awalnya tidak masuk dalam daftar prioritas tahap pertama.
Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, memastikan hal tersebut saat meninjau lokasi proyek pada Selasa (4/8/2026). Ia menyebut, dukungan penuh dari Pemkot, DPRD, dan Forkopimda dalam menjamin ketersediaan lahan menjadi kunci utama.
“Karena pemerintah daerah menjamin lahannya bersih dan siap, akhirnya bisa dimasukkan ke tahap pertama. Ini bentuk apresiasi pemerintah pusat kepada Kota Solok,” ujar Zigo.
Proyek utama yang segera dieksekusi adalah rehabilitasi dan rekonstruksi Batang Lembang serta Batang Gawan di Tanah Garam. Pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp170 miliar melalui skema kontrak tahun jamak selama dua tahun.
Zigo mengingatkan warga agar terus mendukung kelancaran proyek ini, terutama terkait pembebasan lahan di lapangan. Menurutnya, hambatan pada aspek lahan dapat menghambat ritme pengerjaan fisik yang telah dikontrak.
Selain pengendali banjir, Kota Solok mendapatkan berbagai program bantuan pusat lainnya. Zigo merinci, bantuan tersebut meliputi 224 unit bedah rumah (BSPS) dan 12 titik program irigasi (P3-TGAI).
Sektor air bersih juga mendapat perhatian dengan lolosnya usulan pembangunan SPAM senilai Rp62 miliar. Proyek ini dijadwalkan mulai berjalan pada 2027 mendatang.
Dalam kesempatan tersebut, Zigo berjanji akan terus mengawal pembangunan Jalan Lingkar Utara Kota Solok. Ia juga mendesak pemda segera menyelesaikan administrasi kios di Terminal Bareh Solok agar rencana revitalisasi terminal tidak terkendala.
Komitmen pembangunan ini disampaikan Zigo saat melaksanakan Reses Perseorangan Masa Sidang V Tahun Anggaran 2026/2027. Kunjungan tersebut turut dihadiri Wali Kota Solok, Kepala BPJN, serta jajaran Forkopimda.






