Lantik Pengurus Baru, Squash Sumbar Targetkan Cetak Atlet Dunia

oleh -26 Dilihat
pengprov-squash-indonesia-sumatera-barat-resmi-dilantik,-targetkan-organisasi-modern-dan-prestasi-nasional
Pengprov Squash Indonesia Sumatera Barat Resmi Dilantik, Targetkan Organisasi Modern dan Prestasi Nasional

Padang – Lima strategi besar disiapkan Pengurus Provinsi (Pengprov) Squash Indonesia Sumatera Barat periode 2026-2030 untuk mendongkrak prestasi atlet hingga ke level dunia. Langkah konkret ini mulai digulirkan usai pelantikan pengurus di Daima Hotel Padang, Selasa (4/8/2026).

Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh perwakilan PB Squash Indonesia, Ir. Max Bambang Sumantri. Acara ini turut dihadiri Ketua Umum KONI Sumatera Barat, Hamdanus, serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumatera Barat, Mahdianur.

Ketua Pengprov Squash Indonesia Sumbar, H. Yofialdi, menegaskan bahwa kepengurusannya enggan sekadar terjebak dalam rutinitas seremonial. Ia ingin membawa perubahan organisasi yang lebih profesional untuk mempopulerkan squash di Bumi Minang.

“Pelantikan hari ini adalah awal dari amanah besar untuk menggemakan dan menerbangkan prestasi olahraga squash di Sumatera Barat. Kami berkomitmen membangun organisasi yang profesional serta mencetak atlet-atlet berprestasi dunia,” ujar Yofialdi.

Untuk merealisasikan visi tersebut, pengurus telah memetakan lima fokus strategis. Salah satu poin utamanya adalah digitalisasi tata kelola organisasi dan memperluas jangkauan pembinaan atlet ke berbagai daerah.

Program “Squash Go to School & Campus” menjadi ujung tombak untuk menjaring bibit baru. Rencananya, program ini akan menyasar 20 sekolah dan perguruan tinggi di seluruh Sumatera Barat.

Di sisi pembinaan, sistem talent scouting mulai dari kelompok usia U-11 hingga U-17 akan diterapkan secara berkelanjutan. Regenerasi atlet juga akan diperkuat melalui pembentukan Pusat Latihan Daerah (Puslatda) Junior serta penyelenggaraan Kejuaraan Daerah secara rutin.

Tidak hanya fokus pada atlet, peningkatan kualitas SDM pelatih dan wasit juga menjadi prioritas. Pengprov Squash Sumbar menargetkan lahirnya sepuluh pelatih dan delapan wasit bersertifikat nasional melalui program coaching clinic.

Demi mendukung target medali di babak kualifikasi PON, Yofialdi mengungkapkan pihaknya tengah menjajaki penyediaan venue yang lebih representatif. Pembangunan sarana ini menjadi krusial bagi persiapan para atlet.

Yofialdi menyadari bahwa seluruh target tersebut memerlukan kolaborasi lintas sektor. Ia berharap dukungan penuh dari KONI, Dispora, dan PB Squash terus terjaga demi kemajuan olahraga squash.

“Kami sangat mengharapkan arahan, sinergi, dan bimbingan yang berkelanjutan dari PB Squash Indonesia, KONI Provinsi Sumatera Barat, Dinas Pemuda dan Olahraga, serta seluruh pemangku kepentingan agar olahraga squash dapat berkembang,” pungkasnya.