UNAND Terapkan Teknologi Monitoring Petir di Pertamina Dumai

oleh -9 Dilihat
teknik-elektro-unand-dan-pertamina-dumai-lakukan-studi-kelayakan-riset-sistem-monitoring-petir-untuk-penguatan-keamanan-industri
Teknik Elektro UNAND dan Pertamina Dumai Lakukan Studi Kelayakan Riset Sistem Monitoring Petir untuk Penguatan Keamanan Industri

Padang – Upaya memperkuat sistem keamanan operasional di kawasan industri berisiko tinggi kini dilakukan Pertamina RU Dumai melalui kolaborasi riset bersama Universitas Andalas (Unand). Kedua pihak tengah menjajaki penerapan teknologi Sistem Monitoring Petir hasil inovasi Departemen Teknik Elektro Unand.

Teknologi tersebut dirancang untuk mendeteksi aktivitas petir secara real-time dengan jangkauan radius tujuh kilometer. Sistem ini bekerja dengan mengintegrasikan sensor medan listrik, magnet, serta mikrofon guna memitigasi risiko sambaran petir di area kilang.

Ketua Peneliti dari Unand, Prof. Dr. Eng. Ir. Ariadi Hazmi, IPU, menegaskan bahwa studi kelayakan saat ini menjadi tahap krusial untuk memastikan kecocokan teknologi dengan kebutuhan lapangan di Pertamina Dumai. Keberhasilan implementasi serupa di PT Supreme Energy Muara Laboh menjadi acuan utama dalam pengembangan ini.

“Sistem monitoring petir yang kami kembangkan tidak hanya berfungsi sebagai alat deteksi, tetapi juga sebagai sistem pendukung keputusan untuk meningkatkan keselamatan dan keandalan operasional industri,” ujar Ariadi.

Ia menambahkan, sinergi antara perguruan tinggi dan sektor industri sangat penting agar inovasi yang dihasilkan relevan. Pihaknya berkomitmen memastikan solusi yang ditawarkan dapat diimplementasikan secara efektif demi menunjang keamanan operasional perusahaan.

Pihak Pertamina Dumai memberikan respons positif terhadap inisiatif ini. Senior Group Leader – Electrical Inspection, Ir. Syahril Aditya Ginanjar, ST, MT., menilai langkah tersebut sebagai upaya konkret perusahaan dalam meminimalisir ancaman fenomena alam terhadap infrastruktur vital.

“Melalui studi kelayakan ini, kami ingin memastikan bahwa solusi yang dikembangkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri dan dapat diimplementasikan secara efektif,” pungkas Ariadi.