UMKM Sumatera Barat Dapat Rp115 Miliar untuk Pemulihan Pasca-Bencana

oleh -8 Dilihat
rp115-miliar-disiapkan-untuk-pulihkan-38.000-umkm-terdampak-bencana-di-sumbar
Rp115 Miliar Disiapkan untuk Pulihkan 38.000 UMKM Terdampak Bencana di Sumbar

Padang – Sekitar 38.000 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sumatera Barat yang terdampak bencana akan menerima bantuan senilai total Rp115 miliar. Dana ini merupakan bagian dari program Peningkatan Kapasitas Wirausaha Terdampak Bencana.

Program tersebut diwujudkan melalui Klinik UMKM Minang Bangkit Regional II Sumatera Barat yang diselenggarakan di Auditorium Universitas Andalas, Padang, Jumat (2/10/2026).

Gubernur Sumatera Barat menyatakan dukungan ini krusial karena UMKM adalah tulang punggung perekonomian daerah. “Hampir 750.000 UMKM di Sumatera Barat. Kalau satu UMKM satu keluarga, hampir 4 juta masyarakat kita bergerak di UMKM dari sekitar 6 juta penduduk Sumatera Barat,” ungkapnya.

Bencana, lanjutnya, tidak hanya merusak infrastruktur tetapi juga melumpuhkan aktivitas ekonomi, terutama bagi UMKM yang bergantung pada kelancaran transportasi dan mobilitas konsumen.

Pemerintah daerah berupaya keras memastikan akses transportasi tetap berjalan saat bencana demi menjaga roda perekonomian warga di jalur terdampak.

Gubernur mengapresiasi Kementerian UMKM atas perhatiannya yang tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga pelatihan dan pendampingan.

Ia menekankan bahwa pemulihan UMKM harus melampaui kondisi sebelum bencana. Pelaku usaha didorong untuk “naik kelas” melalui peningkatan kualitas produk, kemasan, manajemen keuangan, pemasaran digital, perluasan pasar, kemitraan, dan akses pembiayaan.

“Bukan hanya sekadar pulih sebagaimana sebelumnya, tapi bagaimana UMKM kita ini bisa naik kelas. Lebih kuat, lebih adaptif, mampu memanfaatkan digitalisasi dalam pemasaran dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” tegasnya.

Gubernur mengajak seluruh pelaku UMKM memanfaatkan program ini sebaik mungkin dan tidak menyerah menghadapi dampak bencana.

“Jangan takut untuk memulai kembali. Dan jangan biarkan bencana menghentikan langkah-langkah kita,” pesannya.

Diharapkan program Klinik UMKM Minang Bangkit dapat mempercepat pemulihan usaha terdampak bencana dan menjadikan UMKM Sumatera Barat lebih kuat, tangguh, dan naik kelas.

Wakil Menteri UMKM, Helvi Yuni Moraza, menjelaskan bahwa bantuan Rp115 miliar untuk 38.000 UMKM ini difokuskan pada pemulihan dan pemberdayaan usaha berkelanjutan.

“Tujuannya bukan sekadar dana hibah yang bisa digunakan suka-suka. Tujuannya adalah untuk pemberdayaan dan pemulihan usaha,” ujar Helvi.

Kementerian UMKM mewajibkan adanya pelatihan dan pendampingan, termasuk literasi keuangan dan pencatatan transaksi perbankan. Hal ini penting untuk mencatat perkembangan usaha, membuka peluang pembiayaan, dan mendorong UMKM naik kelas.

Dalam kegiatan ini, sekitar 800 pelaku UMKM terdampak bencana mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas produksi, literasi keuangan, dan akses pasar.

Universitas Andalas melalui lembaga inkubator bisnis juga dilibatkan untuk memberikan pendampingan lanjutan, guna memperkuat kualitas produk, pemanfaatan teknologi, akses pasar, dan pengembangan usaha.