Padang – Pemerintah pusat di bawah komando Presiden Prabowo Subianto menargetkan jalur kereta api legendaris di Sumatera Barat kembali beroperasi pada 21-22 Oktober 2026. Proyek reaktivasi sepanjang 248,5 kilometer ini diharapkan menjadi katalis utama dalam menggerakkan roda ekonomi daerah.
Anggota DPR RI asal Sumatera Barat, Andre Rosiade, memastikan progres persiapan reaktivasi terus dimatangkan. Ia menekankan bahwa proyek ini merupakan bukti nyata perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan infrastruktur di Ranah Minang.
“Alhamdulillah, kabar baik untuk masyarakat Sumatera Barat. Pemerintah Presiden Prabowo akan memulai proses reaktivasi jalur kereta api Sumbar, dari Kayu Tanam menuju Padang Panjang, Solok hingga Sawahlunto. InsyaAllah ditargetkan mulai akhir Oktober 2026,” ujar Andre.
Jalur yang akan dihidupkan kembali mencakup rute strategis mulai dari Kayu Tanam, Padang Panjang, Bukittinggi, hingga Sawahlunto. Kementerian BUMN bersama PT KAI telah berkomitmen memberikan dukungan penuh guna memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan lancar.
Andre meyakini bahwa kehadiran kembali kereta api akan menjadi tulang punggung baru mobilitas antardaerah. Moda transportasi ini diproyeksikan mampu memangkas biaya logistik sekaligus memperlancar arus barang di wilayah Sumatera Barat.
“Kita ingin jalur kereta api kembali menjadi penghubung antardaerah, membuka akses mobilitas masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Sumbar,” tuturnya.
Selain sektor logistik, reaktivasi ini diprediksi akan memberikan efek domino positif bagi industri pariwisata lokal. Aksesibilitas yang lebih mudah diyakini akan menarik lebih banyak wisatawan dan menggairahkan sektor perdagangan.
“Ini komitmen kami, komitmen Presiden Prabowo untuk terus mengawal agar konektivitas dan pembangunan di Sumatera Barat benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.






