Empat Perusahaan Investasi BUMN Dilebur Menjadi Danantara Asset Management

oleh -23 Dilihat
empat-manajer-investasi-bumn-resmi-bergabung,-dony-oskaria-targetkan-jadi-global-player
Empat Manajer Investasi BUMN Resmi Bergabung, Dony Oskaria Targetkan Jadi Global Player

Jakarta – Empat perusahaan manajemen investasi milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) resmi dilebur dan kini beroperasi di bawah naungan PT Danantara Asset Management (PT DAM). Penandatanganan akta penggabungan dilakukan di Jakarta pada Senin (28/9/2026).

Langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya transformasi industri pengelolaan investasi nasional yang digagas oleh Badan Pengelola BUMN (BP BUMN) bersama Danantara Indonesia. Konsolidasi ini bertujuan menyatukan keahlian, jaringan distribusi, serta kapabilitas investasi dari PT Mandiri Manajemen Investasi, PT BNI Asset Management, PT BRI Manajemen Investasi, dan PT PNM Investment Management.

Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menyatakan bahwa penggabungan ini adalah permulaan dari sebuah proses transformasi yang lebih luas. “Ini awal sebuah proses panjang yang akan kita lakukan. Kita harus memiliki prinsip yang sama, mindset yang sama, tujuan yang sama, sehingga seluruh organisasi bergerak dalam arah yang sama,” ujar Dony.

Menurutnya, keberhasilan konsolidasi tidak hanya bergantung pada peleburan entitas bisnis, tetapi juga pada penyelarasan budaya kerja, tujuan, dan sistem pengelolaan sumber daya manusia.

Dony menekankan pentingnya perusahaan hasil penggabungan untuk segera membangun sistem pengelolaan SDM yang profesional dan berkeadilan. Ini mencakup pelaksanaan evaluasi jabatan, penentuan ukuran jabatan, penyusunan sistem *grading*, matriks kompetensi, hingga standar kebutuhan setiap posisi.

“Lakukan *job evaluation*, tentukan *job sizing*, bangun *grading system*, *competency matrix*, dan *job requirement* yang jelas sehingga semua orang diperlakukan secara *fair*,” tegasnya.

Selain memperkuat tata kelola dan pengembangan SDM, PT DAM juga diarahkan untuk meningkatkan pemanfaatan teknologi serta menerapkan standar pengelolaan investasi yang berdaya saing global.

Dony optimistis PT DAM dapat berkembang menjadi pemain global di industri investasi. Ia melihat potensi besar Indonesia yang didukung oleh jaringan distribusi luas dan basis pasar yang kuat.

“Kita harus menjadi *global player*. Kalau perusahaan asing bisa menjadi hebat, kita juga harus bisa menjadi hebat. Apalagi kita memiliki jaringan distribusi yang sangat besar,” tuturnya.

Pemerintah berharap melalui konsolidasi ini, Indonesia memiliki institusi manajemen investasi nasional yang lebih kuat, berstandar global, dan mampu bersaing di kancah regional maupun internasional.