Bukittinggi – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah membuka Iven Alek Anak Nagari Bukittinggi 2026 di Lapangan Kantin Wirabraja, Kota Bukittinggi, Sabtu (16/5/2026). Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya dan permainan tradisional Minangkabau di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Mahyeldi menegaskan, Alek Anak Nagari tidak hanya menjadi ajang hiburan rakyat, tetapi juga ruang untuk memperkuat identitas budaya serta nilai kebersamaan masyarakat Minangkabau yang perlu diwariskan kepada generasi muda.
Ia mengatakan, permainan tradisional memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak melalui nilai sportivitas, gotong royong, kreativitas, keberanian, dan kerja sama sosial.
“Permainan tradisional bukan hanya warisan budaya, tetapi juga sarana membangun karakter generasi muda. Nilai kebersamaan, kejujuran, sportivitas, dan kecintaan terhadap budaya lokal tumbuh melalui permainan rakyat yang diwariskan turun-temurun,” ujar Mahyeldi.
Ia menyebut, dominasi penggunaan smartphone membuat sejumlah permainan tradisional seperti galah panjang, congkak, lompat tali, sepak tekong, hingga mancik-mancik semakin jarang dimainkan anak-anak. Padahal, permainan rakyat itu erat kaitannya dengan filosofi hidup masyarakat Minangkabau yang menjadikan alam sebagai sumber pembelajaran, sebagaimana pepatah “alam takambang jadi guru”.
“Dahulu anak-anak belajar dari alam dan lingkungan sekitar. Semua yang ada di alam seperti kayu, batu, rotan, hingga tali dapat menjadi media permainan sekaligus pembelajaran kehidupan,” katanya.
Mahyeldi juga menyinggung momentum satu abad Jam Gadang sebagai simbol kebanggaan masyarakat Sumbar sekaligus saksi perjalanan sejarah daerah. Ia berharap peringatan itu dapat menjadi pemantik untuk memperkuat identitas budaya sekaligus mendorong pariwisata dan ekonomi kreatif masyarakat.
“Peringatan satu abad Jam Gadang harus menjadi momentum untuk memperkuat budaya daerah serta menggerakkan pariwisata dan ekonomi kreatif masyarakat,” ungkapnya.
Pemprov Sumbar, lanjut Mahyeldi, terus mendorong pelestarian permainan anak nagari melalui festival budaya, penguatan edukasi budaya di sekolah, pemanfaatan media sosial, serta revitalisasi ruang terbuka sebagai sarana bermain anak.
Wakil Wali Kota Bukittinggi Ibnu Asis mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Sumbar terhadap penyelenggaraan Alek Anak Nagari sebagai ruang edukasi budaya bagi generasi muda.
Ia menilai, kegiatan tersebut penting untuk menjaga keberlangsungan budaya lokal sekaligus menanamkan nilai kebersamaan, disiplin, gotong royong, dan kecintaan terhadap budaya daerah di tengah perkembangan era digital.
“Kami berharap Alek Anak Nagari dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi agenda rutin Kota Bukittinggi,” ujar Ibnu Asis.
Kegiatan itu juga dihadiri Anggota DPRD Sumbar Nurna Eva Karmila, unsur Forkopimda, niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang, kepala sekolah, serta peserta Alek Anak Nagari dari perwakilan pelajar se-Kota Bukittinggi.






