BNPB Salurkan Bantuan Darurat ke Tanah Datar

oleh -22 Dilihat
bnpb-salurkan-bantuan-darurat-untuk-tanah-datar
BNPB Salurkan Bantuan Darurat Untuk Tanah Datar

Tanah Datar – Bantuan kemanusiaan mulai mengalir ke Kabupaten Tanah Datar pada hari ketiga masa tanggap darurat bencana yang ditetapkan pemerintah daerah selama 14 hari, terhitung 13-26 Mei 2026. Berbagai pihak bergerak cepat membantu warga terdampak banjir dan tanah longsor, mulai dari BNPB, swasta, masyarakat, BUMD, hingga perantau.

BNPB menyalurkan bantuan peralatan dan logistik untuk mendukung penanganan darurat serta memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak. Bantuan itu diserahkan secara simbolis oleh Staf Fungsional BNPB Yustam kepada Bupati Tanah Datar Eka Putra di Gedung Indojolito Batusangkar, Jumat (15/5/2026).

Atas nama Kepala BNPB, Yustam mengatakan bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar mengenai bencana yang melanda sejumlah wilayah. Ia juga mengapresiasi langkah cepat Bupati Eka Putra dalam menangani kondisi darurat ini.

“Hari ini BNPB menyerahkan bantuan logistik darurat serta dana siap pakai sebesar Rp223.450.000 untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat terdampak pascabencana,” ujarnya.

Bantuan itu terdiri atas 200 paket sembako, 150 paket makanan siap saji, 50 paket hygiene kit, 200 lembar matras, 100 lembar terpal, dan 100 lembar selimut.

Usai penyerahan, Yustam bersama Bupati Eka Putra dan Wakil Bupati Ahmad Fadly meninjau langsung sejumlah titik yang terdampak banjir dan longsor.

Terkait kerusakan infrastruktur, Yustam menyebut BNPB akan mendampingi penanganan di lapangan dan melaporkan kondisi terbaru kepada pimpinan untuk tindak lanjut berikutnya.

“Apa yang kami lihat di lapangan dan bagaimana langkah penanganannya nanti akan kami sampaikan kepada pimpinan,” katanya.

Ia menegaskan, BNPB akan terus memantau perkembangan kebutuhan di daerah terdampak.

Sementara itu, Eka Putra menjelaskan banjir dan longsor terjadi akibat hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah itu pada 12 Mei 2026 mulai pukul 14.00 WIB hingga 13 Mei 2026 pukul 04.00 WIB.

Bencana tersebut melanda sejumlah kecamatan, di antaranya Padang Ganting, Tanjung Emas, Lintau Buo, Lintau Buo Utara, Sungai Tarab, dan Salimpaung.

“Malam harinya kami langsung menggelar rapat koordinasi bersama Forkopimda dan menetapkan status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari, sekaligus berkoordinasi dengan BNPB Pusat dan Kementerian PUPR,” ujarnya.

Ia menambahkan, dampak bencana menyebabkan 14 rumah rusak berat, 60 rumah rusak sedang, serta 10 jembatan hanyut dan rusak.

Kondisi itu sempat mengisolasi sekitar 80 kepala keluarga dan merusak ratusan hektare sawah warga.

“Alhamdulillah, berkat gerak cepat seluruh unsur terkait, saat ini akses masyarakat yang sebelumnya terisolasi sudah dapat dilalui melalui jembatan darurat yang dibuat masyarakat secara bergotong royong,” ungkapnya.

Eka Putra juga menyebut BNPB bersama tim Zipur telah melakukan survei lapangan. Dalam waktu dekat, jembatan darurat akan dibangun untuk mendukung akses kendaraan, distribusi bahan pokok, dan aktivitas masyarakat.

Ia mengimbau warga tetap waspada karena prakiraan BMKG menunjukkan curah hujan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.