Rida Ananda Ajak Hemat Energi, Kelola Sampah Berkelanjutan

oleh -16 Dilihat
rida-ananda-dorong-budaya-hemat-energi-dan-pengelolaan-sampah-berkelanjutan
Rida Ananda Dorong Budaya Hemat Energi dan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Payakumbuh – Pemerintah Kota Payakumbuh mendorong aparatur sipil negara untuk lebih hemat energi dan disiplin memilah sampah, seiring kebijakan efisiensi yang mulai diterapkan di lingkungan pemerintahan. Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh, Rida Ananda, menyampaikan imbauan itu saat apel pagi di halaman Balai Kota Payakumbuh, Senin (20/04/2026).

Rida mengatakan, Wali Kota Payakumbuh telah menerbitkan edaran tentang hemat energi sesuai arahan pemerintah pusat. Salah satu poinnya, ASN diimbau berangkat kerja menggunakan kendaraan roda dua setiap Rabu dan, bila memungkinkan, memakai sepeda. Bahkan, minimal satu hari dalam sepekan, seperti Jumat, ASN didorong untuk bersepeda ke kantor.

“Kebijakan ini harus dijalankan secara konsisten sebagai komitmen bersama untuk menekan konsumsi energi di lingkungan pemerintahan,” kata Rida.

Ia juga mengingatkan agar skema work from home atau WFH tetap dijalankan secara produktif. Menurutnya, bekerja dari rumah tidak berarti libur dari tugas.

“WFH bukan berarti libur bekerja. Kami minta yang melaksanakan WFH tetap produktif dan menjalankan tugas secara maksimal dari rumah,” ujarnya.

Rida menilai penghematan energi semakin penting di tengah kenaikan harga BBM non-subsidi dalam beberapa hari terakhir. Karena itu, ia meminta ASN menyesuaikan pola penggunaan energi agar lebih efisien.

Dalam kesempatan itu, Rida turut memberi apresiasi kepada ASN yang lebih dulu menerapkan pola hidup hemat energi dan peduli lingkungan. Ia menyebut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Payakumbuh, Kurniawan Syah Putra, sebagai contoh karena telah bersepeda ke kantor.

Apresiasi juga diberikan kepada Kepala Bagian Umum Setdako Payakumbuh, Ulfakhri, serta Refnisia, Analis Keuangan Pusat dan Daerah Madya pada Badan Keuangan Daerah, yang mengolah sampah rumah tangga menjadi kompos.

“Ini contoh yang patut ditiru. Hal-hal sederhana seperti bersepeda ke kantor dan mengolah sampah dari rumah tangga memiliki dampak besar jika dilakukan bersama-sama,” kata Rida.

Selain hemat energi, Rida juga menyoroti persoalan kebersihan dan pengelolaan sampah di Payakumbuh. Ia menyebut pemerintah kini tidak lagi mengizinkan penggunaan Tempat Pembuangan Akhir atau TPA secara konvensional.

“Sekarang kita hanya mengandalkan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Karena itu, kami minta sebelum membuang sampah agar dipilah terlebih dahulu, sehingga yang dibuang benar-benar sampah yang tidak bisa diolah kembali,” katanya.

Ia meminta ASN dan masyarakat memaksimalkan pengolahan sampah dari rumah tangga, termasuk mengubah sampah organik menjadi kompos.

“Mari kita mulai dari rumah tangga, minimal mengolah sampah menjadi kompos. Ini bagian dari upaya kita bersama menjaga lingkungan sekaligus mendukung penghematan energi,” pungkasnya.