Rencana Bantuan KfW Jerman, Bupati Welly Suhery Optimis Hutan Terjaga dan Rakyat Sejahtera

oleh -199 Dilihat
rencana-bantuan-kfw-jerman,-bupati-welly-suhery-optimis-hutan-terjaga-dan-rakyat-sejahtera
Rencana Bantuan KfW Jerman, Bupati Welly Suhery Optimis Hutan Terjaga dan Rakyat Sejahtera

Pasaman – Kabupaten Pasaman berpotensi menerima kucuran dana lebih dari Rp200 miliar dari bank pembangunan asal Jerman, KfW (Kreditanstalt fur Wiederaufbau), untuk program pelestarian hutan. Dana tersebut akan dialokasikan untuk enam Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) di Sumatera Barat, dengan fokus utama pada peningkatan aktivitas monitoring dan perlindungan kawasan hutan.

Kepala Bidang Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi Hutan dan Lahan Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat, Bambang Suyono, membenarkan adanya rencana pendanaan tersebut. Dalam pertemuan di ruang kerja bupati pada Selasa (11/11/2025), Bambang menyatakan, “Tim ingin mendapatkan masukan lebih dari Pemkab Pasaman, karena Pasaman menjadi salah satu daerah yang akan didukung dengan pendanaan.”

Dijelaskan bahwa kerjasama ini akan difokuskan pada pelestarian kawasan hutan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan dan program penunjang kegiatan kehutanan lainnya.

Hubertus Kraienhorst, Senior Forestry Expert dari KfW, mengungkapkan bahwa lembaganya memiliki sejarah panjang dalam mendukung program kehutanan di Indonesia selama lebih dari 25 tahun. “Setelah fokus di Kalimantan, Jambi, dan Sumatera Utara, kerja sama kini meluas ke Sumatera Barat,” ujarnya. Kraienhorst menambahkan bahwa Pasaman dinilai sangat potensial untuk menerima dana hibah tersebut dan berharap kerjasama dapat berjalan dengan baik.

Menanggapi hal ini, Welly Suhery, menyatakan bahwa lebih dari 58 persen wilayah Pasaman merupakan kawasan hutan yang menjadi sumber hidup masyarakat. “Kami di Pasaman sudah bisa merasakan manfaat dari program-program yang ada dalam pemanfaatan hutan, seperti perhutanan sosial dan program lainnya,” ungkapnya.

Welly menekankan pentingnya keterkaitan antara kesejahteraan masyarakat dan keberadaan hutan. Ia mengusulkan agar investasi dari program ini diarahkan pada komoditas unggulan lokal, seperti kopi dan aren. “Boleh kami mengusulkan, kalau memang ada investasi untuk jenis tanaman, kalau bisa kopi saja. Karena masyarakat kami sedang giat melakukan penanaman kopi. Selain itu juga tanaman aren,” tuturnya.

Selain itu, Welly juga menyoroti tantangan pemasaran produk tanaman lokal. “Ini kami minta juga turut jadi perhatian untuk tindaklanjut program itu. Produk ada, tapi pasarnya tidak ada,” pungkasnya.

Senada dengan hal tersebut, Prasetyo, Kadis Pertanian Pasaman, menambahkan bahwa kontur wilayah Pasaman sangat potensial untuk menghasilkan kopi. Ia berharap dukungan yang tepat dapat menghadirkan produk kopi yang mampu bersaing di pasar.

Program pendanaan dari KfW diharapkan dapat menjadi katalisator bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar hutan melalui komoditas andalan, selain menjaga kelestarian hutan.