Payakumbuh – Pemerintah Kota Payakumbuh mengambil langkah strategis dalam menanggapi dampak kebakaran yang melanda pusat pertokoan Blok Barat Pasar Payakumbuh dua bulan lalu. Fokus utama saat ini adalah percepatan pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak.
Sebagai langkah konkret, Pemko Payakumbuh telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pemulihan dan Pembangunan Pusat Pertokoan Blok Barat Pasca Kebakaran. Satgas ini diketuai oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Payakumbuh, Muslim. Tugas utama Satgas adalah mengawal pembangunan relokasi dan mempersiapkan pembangunan kembali Pasar Payakumbuh.
Menurut Muslim, pembangunan dua blok kios relokasi sudah hampir rampung. “Pembangunan dua blok kios relokasi sudah hampir selesai. Setelah itu, kami akan melanjutkan pembangunan 135 kios termasuk di kawasan belakang Pos Kota atau eks Terminal Sago Payakumbuh,” ujarnya di Balai Kota Payakumbuh, Senin (20/10/2025). Area relokasi sementara ini diproyeksikan dapat menampung para pedagang yang terdampak, sehingga aktivitas jual beli dapat kembali berjalan.
Pemerintah Kota Payakumbuh menargetkan seluruh tahapan pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu. Hal ini dilakukan agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat segera pulih seperti sedia kala.
Sementara itu, terkait penyebab kebakaran, Polres Payakumbuh telah mengungkap hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Labfor Polda Riau dan Inafis Polda Sumbar. Berdasarkan laporan resmi kepolisian, sumber api berasal dari open flame atau nyala api terbuka. “Dari hasil penyelidikan yang kami terima, kebakaran dipicu oleh adanya nyala api terbuka. Jadi, isu bahwa pasar ini sengaja dibakar tidak benar,” tegas Muslim.
Dijelaskan lebih lanjut, istilah open flame merujuk pada sumber api yang tidak tertutup, seperti nyala kompor, puntung rokok, atau percikan las yang mengenai bahan mudah terbakar. Risiko semacam ini seringkali muncul di pasar tradisional akibat aktivitas memasak, perbaikan kios, atau kelalaian kecil yang dapat memicu kebakaran besar.
Sebagai langkah antisipasi, Muslim menambahkan, “Kedepan, kami akan memperketat pengawasan keamanan dan melarang penggunaan sumber api terbuka di area kios. Ini penting agar kejadian serupa tidak terulang.” Meskipun penyebab utama telah diketahui, Satgas bersama kepolisian masih terus mendalami kronologi kebakaran dan telah meminta keterangan tambahan dari sejumlah saksi.
Pemerintah Kota Payakumbuh menegaskan komitmennya untuk mempercepat pemulihan kawasan Blok Barat. Pembentukan Satgas diharapkan dapat membuat setiap tahapan pembangunan berjalan serentak dan fokus. Selain membangun lokasi relokasi, pemerintah juga berencana memperkuat keamanan instalasi listrik dan sistem pencegahan kebakaran di kawasan perdagangan tersebut. “Kita belajar dari peristiwa ini. Nanti seluruh kios akan dibangun dengan sistem keamanan dan tata kelola yang lebih baik,” pungkasnya.






