Payakumbuh Perkuat Standar Higiene Sanitasi SPPG Program Makan Bergizi

oleh -281 Dilihat
wako-payakumbuh-zulmaeta-:-standar-higiene-dan-sanitasi-seluruh-sppg-agar-diperkuat!
Wako Payakumbuh Zulmaeta : Standar Higiene dan Sanitasi Seluruh SPPG Agar Diperkuat!

Payakumbuh – Pemerintah Kota Payakumbuh terus berupaya meningkatkan kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan fokus pada pengelolaan limbah yang berkelanjutan. Limbah makanan dari program ini diolah menjadi pakan ternak, makanan magot, dan pupuk organik, sementara minyak jelantah didaur ulang.

Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya Pemko Payakumbuh untuk memastikan keberlanjutan program MBG, yang melayani 44.347 jiwa melalui 14 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dua SPPG telah memperoleh Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sementara 12 lainnya sedang dalam proses penilaian.

Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjalankan program ini. “Alhamdulillah, Program MBG di Payakumbuh memberi dampak positif, mulai dari meningkatnya gizi dan ekonomi masyarakat hingga kehadiran, konsentrasi, serta prestasi belajar siswa,” ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menerima kunjungan Aliansi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) dan Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) pada Jumat (14/11/2025) di Aula Ngalau Indah, Balai Kota Payakumbuh. Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan dukungan teknis dan memperkuat implementasi Aksi Nyata Laik Higiene Sanitasi (LHS).

Menurut Zulmaeta, LHS bukan sekadar formalitas, melainkan instrumen penting untuk memastikan keamanan pangan. “Melalui aksi ini, kita tidak hanya meningkatkan kesadaran akan pentingnya higiene dan sanitasi, tetapi juga menumbuhkan budaya hidup bersih dan sehat di tengah masyarakat,” katanya.

Pemko Payakumbuh juga menekankan bahwa sertifikat SLHS harus diterapkan sepenuhnya dalam penyelenggaraan layanan harian SPPG. Aspek keamanan pangan dinilai tidak dapat dipisahkan dari upaya meningkatkan status gizi anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Penguatan standar higiene dan sanitasi ini juga merupakan bagian dari intervensi spesifik pemerintah untuk mendukung pencapaian Indonesia Emas 2045.

Keberhasilan MBG disebut tidak terlepas dari peran aktif Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang secara rutin melakukan pembinaan dan monitoring ke seluruh SPPG.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Asisten I Nofriwandi, kepala OPD terkait, Ketua AKKOPSI dan HAKLI, Wakil Regional BGN Sumatera Barat, Koordinator Wilayah BGN Payakumbuh, serta para Ketua Yayasan dan Kepala SPPG di Kota Payakumbuh.