Padang – Sumatera Barat semakin mengukuhkan posisinya sebagai daerah paling siap menghadapi bencana tsunami di Indonesia. Hal ini ditandai dengan rencana penganugerahan sertifikat Tsunami Ready Community dari UNESCO bagi Kabupaten Kepulauan Mentawai dan Pesisir Selatan pada 30 September 2026 mendatang.
Kepastian tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, dengan Kepala BMKG Stasiun Geofisika Padang Panjang, Suaidi Ahadi, di Istana Gubernur, Jumat (24/7/2026). Rencananya, Kepala BMKG RI akan hadir langsung untuk menyerahkan sertifikat tersebut.
Suaidi Ahadi, yang akan berpindah tugas ke Bandung, menjelaskan bahwa kehadiran pimpinan pusat BMKG nantinya sekaligus untuk menjadi pembicara utama dalam ajang Indonesia Conference on Disaster Management (ICDM).
“Pengakuan ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dan masyarakat Sumatera Barat dalam membangun budaya kesiapsiagaan menghadapi ancaman tsunami,” ujar Suaidi.
Meski terjadi rotasi kepemimpinan di tingkat daerah, Gubernur Mahyeldi menegaskan agar program mitigasi bencana tetap berjalan berkesinambungan. Ia berharap sinergi yang telah terbangun antara Pemprov Sumbar dan BMKG terus terjaga.
“Terima kasih atas pengabdian dan kerja sama selama ini dalam mengawal potensi bencana di Sumatera Barat. Saya berharap seluruh program yang telah direncanakan bersama tetap dilanjutkan dan dikawal dengan baik,” tutur Mahyeldi.
Menanggapi hal tersebut, Suaidi memastikan transisi kepemimpinan tidak akan menghambat komitmen BMKG. Posisi Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang nantinya akan diteruskan oleh Toni yang saat ini masih bertugas di Manado.
Suaidi turut mengapresiasi responsivitas Pemprov Sumbar selama masa jabatannya selama satu tahun delapan bulan terakhir. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci sukses penyebaran informasi kebencanaan yang cepat dan akurat.
“Walaupun saya bertugas di tempat yang baru, saya akan tetap mengawal program-program yang telah dirintis bersama di Sumatera Barat,” tegas Suaidi.






