Padang Panjang – Upaya mencetak generasi emas 2045 kini digalakkan Pemerintah Kota Padang Panjang melalui intervensi dini pencegahan stunting. Langkah ini difokuskan pada edukasi kesehatan sejak usia remaja hingga masa kehamilan untuk mencapai target nol kasus stunting baru.
Program bertajuk Pekan Zero New Stunting yang berlangsung di Auditorium Mifan ini menyasar berbagai lapisan masyarakat. Selama tiga hari, kegiatan dengan tema “Bahagia Ibu Hamilnya, Ceria Balitanya, Cerah Masa Depannya” tersebut memberikan edukasi pola asuh, kesehatan reproduksi, serta pemenuhan gizi seimbang.
Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, menegaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa hanya mengandalkan penanganan pasca-kelahiran. Menurutnya, kesadaran lintas sektor menjadi kunci utama dalam memastikan anak tumbuh sehat sejak dalam kandungan.
“Pencegahan stunting harus menjadi perhatian bersama. Upaya ini tidak bisa dimulai saat anak lahir saja, tetapi sejak remaja, masa kehamilan, hingga periode tumbuh kembang anak,” ujar Hendri, Kamis (23/7/2026).
Selain edukasi, pemerintah daerah juga mengoptimalkan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) bagi siswi SMP dan SMA. Langkah preventif ini bertujuan menekan angka anemia di kalangan remaja putri agar mereka lebih siap menjadi calon ibu yang sehat di masa depan.
Hendri menambahkan, sinergi antara tenaga kesehatan, dunia pendidikan, dan keluarga sangat krusial dalam menciptakan ekosistem yang sehat. Ia meyakini bahwa langkah preventif yang disiplin akan membuahkan hasil nyata dalam melahirkan generasi unggul.
“Membangun sumber daya manusia yang unggul dimulai dari memastikan setiap anak tumbuh sehat sejak dalam kandungan,” tegasnya.
Pemerintah Kota Padang Panjang berharap inisiatif ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat. Program ini menjadi komitmen serius daerah dalam memutus rantai stunting demi masa depan bangsa yang lebih berkualitas.






