Mahyeldi Pacu Investasi Guna Capai Target Ekonomi Sumbar

oleh -163 Dilihat
gubernur-mahyeldi-:-target-pertumbuhan-ekonomi-sumbar-7,3%-tahun-2029,-perlu-investasi-hingga-rp120-triliun 
Gubernur Mahyeldi : Target Pertumbuhan Ekonomi Sumbar 7,3% Tahun 2029, Perlu Investasi Hingga Rp120 Triliun 

Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 7,3% pada tahun 2029, dengan PDRB per kapita mencapai Rp94,85 juta. Target ambisius ini diungkapkan dalam Rapat Koordinasi Perekonomian Sumatera Barat Tahun 2025 yang dibuka oleh Gubernur Mahyeldi pada Senin, 20 Oktober 2025, di Auditorium Gubernuran Sumatera Barat.

Rapat koordinasi yang berlangsung selama empat hari, dari tanggal 20 hingga 23 Oktober 2025, mengusung tema sentral mengenai “Tantangan dan Peluang Investasi Kab/Kota Dalam Mencapai Pertumbuhan Ekonomi Sumatera Barat Tahun 2025-2029”.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan penting, termasuk Bupati dan Walikota se-Sumatera Barat, Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Kepala OPD Pemprov, Rektor PTN/PTS, pimpinan instansi vertikal dan lembaga di Sumatera Barat, Pimpinan BUMN, BUMD, Ketua KADIN, PHRI dan GAPKI.

Sejumlah narasumber ahli turut hadir untuk memberikan wawasan, di antaranya perwakilan dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat, Kepala Kanwil Dirjen Perbendaharaan Sumatera Barat, ekonom dari Unand Prof. Syafrudin Karimi, Kepala Biro Perekonomian Kuartini Deti Putri, dan wartawan ekonomi Two Efly.

Dalam sambutannya, Gubernur Mahyeldi menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi bukan hanya sekadar angka statistik, melainkan representasi dari kehidupan masyarakat. “Pertumbuhan ekonomi bukan sekadar angka dalam grafik, tetapi cerminan kehidupan masyarakat yang bekerja keras-dari petani, nelayan, pedagang, hingga anak muda yang berjuang menatap masa depan,” ujarnya.

Gubernur juga menyoroti pentingnya pertumbuhan ekonomi yang inklusif. “Pertumbuhan ekonomi sejati harus inklusif, bukan hanya tinggi tetapi juga dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa sinergi dan sinkronisasi antar kabupaten/kota sangat penting dalam mencapai tujuan pembangunan. “Pertumbuhan ekonomi provinsi merupakan hasil kerja keras seluruh kabupaten/kota, sehingga diperlukan sinergi dan sinkronisasi dalam pelaksanaan pembangunan,” katanya.

Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang telah ditetapkan, Perda Nomor 4 Tahun 2025 tentang RPJMD Provinsi Sumatera Barat 2025-2029, yang selaras dengan RPJMN Nasional, mengamanatkan investasi senilai Rp80-120 triliun pada periode 2026-2029.

Gubernur menyoroti bahwa Incremental Capital Output Ratio (ICOR) Sumbar yang rata-rata 6,7 dalam tiga tahun terakhir mengindikasikan investasi yang belum efisien. Untuk mengatasi hal ini, ia menggarisbawahi lima upaya strategis, termasuk peningkatan kualitas investasi, reformasi regulasi dan perizinan, digitalisasi sektor ekonomi, revitalisasi infrastruktur, serta peningkatan SDM dan kewirausahaan.

Lebih lanjut, Gubernur menguraikan tujuh strategi pembangunan ekonomi Sumatera Barat lima tahun ke depan, yang meliputi peningkatan kualitas SDM, peningkatan produktivitas sektor pertanian, penguatan ekonomi nagari, peningkatan investasi inklusif dan berkelanjutan, pengembangan ekonomi hijau dan biru, peningkatan infrastruktur dan konektivitas wilayah, serta pemanfaatan energi baru terbarukan.

Gubernur menegaskan bahwa pembangunan Sumatera Barat harus berlandaskan nilai “Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah”, agar pembangunan tidak hanya menguntungkan, tetapi juga memuliakan manusia dan menjaga alam.

Gubernur menutup acara dengan mengajak seluruh pihak untuk menjadikan Rapat Koordinasi ini sebagai momentum kebangkitan ekonomi Sumatera Barat menuju Indonesia Emas 2045.