Mahyeldi Ajak Warga Sumbar Zikir, Doa Tutup Tahun

oleh -150 Dilihat
tutup-tahun-dengan-muhasabah,-mahyeldi-ajak-warga-sumbar-doa-dan-zikir-bersama
Tutup Tahun dengan Muhasabah, Mahyeldi Ajak Warga Sumbar Doa dan Zikir Bersama

Padang – Ribuan jamaah padati Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, Sumatera Barat, pada Rabu (31/12/2025) malam. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menggelar zikir, doa, dan tabligh akbar sebagai penutup tahun 2025.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum pergantian tahun sebagai ajang refleksi diri. Ia juga mengajak untuk hijrah menuju kehidupan yang lebih baik.

“Malam ini kita berkumpul bukan untuk berpesta, tetapi untuk bermuhasabah,” kata Mahyeldi.

Ia juga memohon keselamatan dan keberkahan bagi daerah dan bangsa.

Mahyeldi menuturkan, tahun 2025 menjadi tahun yang berat bagi masyarakat Sumbar akibat berbagai bencana. Banjir bandang, longsor, dan galodo silih berganti menerjang.

“Kendati berat, kita tidak boleh terus larut dalam kesedihan,” ujarnya.

Ia mengajak masyarakat untuk bangkit dan memohon perlindungan kepada Allah SWT.

Bencana hidrometeorologi telah mengakibatkan ratusan korban meninggal dunia. Ribuan warga kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian. Infrastruktur strategis pun terdampak.

Mahyeldi mengingatkan jamaah akan firman Allah SWT, “Fa inna ma’al ‘usri yusrā”. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.

“Musibah bukan semata hukuman, melainkan panggilan untuk kembali mendekatkan diri kepada Allah,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah membantu korban bencana. Ulama, tenaga kesehatan, BPBD, Basarnas, TNI–Polri, ASN, relawan, organisasi kepemudaan, lembaga sosial, dan masyarakat bersatu padu meringankan beban sesama.

“Inilah kunci kita bangkit, gotong royong dan persatuan yang diiringi iman,” tegas Mahyeldi.

Gubernur juga mengingatkan ASN Pemprov Sumbar untuk meningkatkan kinerja di tahun 2026. Ia menekankan pentingnya amanah, transparansi, kecepatan, dan kepekaan terhadap penderitaan rakyat.

“Setiap rupiah anggaran adalah amanah. Setiap kebijakan adalah ibadah, jika diniatkan untuk kemaslahatan,” pungkasnya.

Kegiatan diawali dengan salat Magrib berjamaah. Kemudian dilanjutkan dengan zikir dan doa yang dipimpin Imam Besar Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, Ustaz Rahimul Amin. Dr. Sofyan Hadi menyampaikan tabligh akbar.