Jamaah Arisan Kumpulkan Kurban 14 Ekor Sapi

oleh -17 Dilihat
jamaah-arisan-50-ribu-per-minggu,-musala-nurul-yakin-padang-kurban-14-ekor-sapi
Jamaah Arisan 50 Ribu per Minggu, Musala Nurul Yakin Padang Kurban 14 Ekor Sapi

Padang – Musala Nurul Yakin di Kampung Lereng, Kelurahan Tabiang Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, berhasil menghimpun hewan kurban dalam jumlah besar lewat sistem arisan kurban yang dijalankan sejak 2020. Pada Iduladha 1447 Hijriah, musala yang berada di lereng perbukitan itu menyembelih 14 ekor sapi, terdiri atas 11 sapi standar dan tiga sapi besar, atau setara 17 ekor sapi standar.

Penyembelihan dilakukan usai Salat Iduladha, Rabu (27/5/2026), dan dipimpin Ustaz Jhoni Al-Anas.

Ketua Pelaksana Kurban, Irsadinas, mengatakan program arisan kurban dibuat untuk menjangkau warga yang kesulitan membayar biaya kurban sekaligus.

“Kalau langsung membayar Rp2.400.000, sebagian warga tidak sanggup. Karena itu kami membuat sistem arisan Rp50 ribu per minggu. Dalam sebulan terkumpul Rp200 ribu dan setahun menjadi Rp2,4 juta,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pembayaran dicatat menggunakan dua kartu, masing-masing untuk peserta dan panitia. Penagihan dilakukan setiap wirid malam Kamis setelah Salat Magrib hingga Isya, lalu dilanjutkan dengan arisan kurban.

Skema itu dinilai memudahkan banyak warga untuk mulai berkurban. Sejumlah peserta berusia 50 hingga 60 tahun yang sebelumnya belum pernah berkurban kini bisa ikut serta.

“Rata-rata peserta yang ikut arisan kurban memang sebelumnya belum pernah berkurban,” kata Irsadinas.

Jumlah hewan kurban di Musala Nurul Yakin juga terus bertambah dari tahun ke tahun. Jika sebelumnya hanya setara 12 ekor sapi standar, tahun ini naik menjadi setara 17 ekor sapi standar.

Menurut Irsadinas, kenaikan itu tidak lepas dari pengelolaan panitia yang terbuka serta pelibatan masyarakat dalam setiap keputusan.

“Kuncinya, kami harus memiliki manajemen yang terbuka. Semua saran masyarakat kami tampung dan dimusyawarahkan bersama. Struktur kerja juga dibuat jelas,” katanya.

Program arisan kurban ini tak hanya diikuti warga sekitar musala. Warga dari luar lingkungan juga ikut bergabung karena menilai panitia bekerja solid dan dapat dipercaya.

“Untuk kawasan Tabing Banda Gadang, baik masjid maupun musala, sekarang kami termasuk yang terbesar,” ujarnya.

Salah satu peserta, Afrina, mengaku sudah mengikuti arisan kurban itu selama sekitar lima tahun. Ia menilai skema pembayaran ringan dan memudahkan masyarakat tetap bisa berkurban.

“Rp50 ribu per minggu lebih ringan dibanding bayar sekaligus,” katanya.

Afrina juga menilai pengelolaan panitia berlangsung baik dan transparan.

“Pengelolaannya jelas dan laporan keuangannya terbuka,” ujarnya.

Sementara itu, penerima daging kurban, Yosnini, mengatakan pembagian daging di Musala Nurul Yakin berlangsung tertib dan merata.

“Pembagiannya tertib dan merata, jadi warga merasa nyaman,” katanya.

Ia menilai daging kurban sangat membantu kebutuhan keluarga. Menurut dia, pelaksanaan kurban di musala itu terasa berbeda karena kekompakan warga dan kerapian kerja panitia.

Bendahara Musala Nurul Yakin, Aipda Dasrial, S.Kom, menyebut seluruh proses penyembelihan hingga distribusi daging dicatat secara rinci dan dikontrol ketat.

“Dari ekor, kaki, hingga kepala, semua kami catat. Tidak ada yang keluar sebelum ada pembagian,” ujarnya.

Panitia juga menyiapkan cadangan 30 hingga 40 kantong daging untuk mengantisipasi warga yang belum memperoleh kupon pembagian.

Dasrial menegaskan, kekompakan warga menjadi modal utama keberhasilan pelaksanaan kurban di Musala Nurul Yakin.

“Kami tidak membedakan warga lokal maupun warga komplek. Semua bergabung dan ini menjadi ajang silaturahmi,” katanya.

Ia juga menyebut seluruh biaya operasional kurban disampaikan secara terbuka kepada peserta dan jemaah sehingga kepercayaan masyarakat terus tumbuh dari tahun ke tahun.

“Tahun ini kami juga mendapat bantuan baju rompi dari Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Pak Mastilizal Aye,” ujarnya.