PLN Ungkap Penyebab Blackout Sumatera, Pemulihan 8 Jam

oleh -9 Dilihat
pln-ungkap-penyebab-blackout-massal-di-sumatera:-jalur-transmisi-275-kv-putus,-pemulihan-butuh-hingga-8-jam
PLN Ungkap Penyebab Blackout Massal di Sumatera: Jalur Transmisi 275 kV Putus, Pemulihan Butuh Hingga 8 Jam

Padang – Pemadaman listrik massal melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera pada Jumat (22/5/2026) malam dan membuat aktivitas warga terganggu. Gangguan itu terjadi serentak di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, hingga Riau, disertai kemacetan di beberapa titik dan terganggunya jaringan komunikasi akibat pasokan listrik terhenti.

PT PLN mengungkap pemadaman besar tersebut dipicu terputusnya sistem transmisi tegangan tinggi 275 kiloVolt (kV) yang menghubungkan Rumai-Muaro Bungo. General Manager PLN UID Sumbar, Arjun Karim, mengatakan gangguan terjadi sekitar pukul 18.44 WIB, saat sistem kelistrikan Sumatera mengalami gangguan besar yang membuat Sumatera Bagian Utara (SBU) terpisah dari Sumatera Bagian Tengah (SBT).

“Terputus di Rumai-Muaro Bungo 275 kV,” ujar Arjun dalam keterangannya, Jumat malam.

Putusnya jalur transmisi utama itu langsung memicu blackout total di wilayah Sumatera Bagian Utara. Karena sistem kelistrikan Sumatera saling terhubung, dampaknya menjalar cepat ke sejumlah provinsi lain dalam waktu singkat.

PLN menyebut masalah tidak hanya terjadi pada jaringan transmisi, tetapi juga berkaitan dengan gardu induk pembangkitan dan transmisi. Kondisi tersebut membuat pemulihan harus dilakukan secara bertahap agar tidak memunculkan gangguan lanjutan.

“Untuk sekarang listrik padam karena ada permasalahan dari sisi gardu induk pembangkitan dan transmisi. Tim PLN sedang berusaha melakukan progress recovery,” kata Arjun.

PLN menegaskan pemulihan sistem kelistrikan berskala besar tidak bisa dilakukan secara instan. Petugas harus menjaga kestabilan tegangan dan frekuensi sebelum aliran listrik dinormalkan kembali ke seluruh wilayah terdampak.

Di Sumatera Barat, pemadaman membuat rumah warga gelap gulita pada malam hari. Aktivitas usaha, pusat perbelanjaan, dan layanan publik ikut terganggu. Sejumlah warga juga mengeluhkan sinyal telekomunikasi melemah karena beberapa BTS terdampak gangguan daya.

Di beberapa persimpangan kota, lampu lalu lintas sempat mati sehingga memicu kemacetan dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Peristiwa ini kembali menunjukkan pentingnya sistem interkoneksi kelistrikan di Pulau Sumatera. Jalur transmisi 275 kV berperan sebagai penghubung utama distribusi listrik antardaerah. Jika satu jalur utama terganggu, dampaknya dapat merembet ke banyak wilayah dalam waktu cepat.

Sistem Sumatera Bagian Utara mencakup Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Riau. Saat koneksi dengan Sumatera Bagian Tengah terputus, pasokan daya menjadi tidak stabil hingga akhirnya memicu pemadaman total.

Blackout massal seperti ini memang jarang terjadi, tetapi bila muncul, proses pemulihannya tergolong rumit karena PLN harus menyalakan kembali sistem dari titik awal pembangkitan secara bertahap atau melalui black start.

PLN memperkirakan pemulihan memakan waktu sekitar enam hingga delapan jam, tergantung kondisi teknis di lapangan. Hingga Jumat malam, petugas masih melakukan penormalan di berbagai wilayah terdampak.

Sejumlah pelanggan di beberapa daerah mulai menerima kembali aliran listrik secara bertahap, sementara wilayah lain masih menunggu proses recovery selesai.

PLN turut menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas gangguan tersebut. “Mohon maaf atas ketidaknyamanannya,” ujar Arjun.

Hingga kini, masyarakat masih menunggu pemulihan penuh sistem kelistrikan Sumatera dan penjelasan lebih rinci terkait penyebab teknis gangguan transmisi yang memicu blackout massal itu.