Gubernur Mahyeldi Sambut Peserta Konferensi Wakaf Internasional 2025

oleh -133 Dilihat
gubernur-mahyeldi-sambut-peserta-konferensi-wakaf-internasional-2025-dalam-gala-dinner
Gubernur Mahyeldi Sambut Peserta Konferensi Wakaf Internasional 2025 dalam Gala Dinner

Padang – Sumatera Barat berupaya memperkuat posisinya sebagai pusat pengembangan wakaf produktif dan ekonomi syariah melalui Konferensi Wakaf Internasional 2025. Hal ini terungkap dalam Gala Dinner yang berlangsung di Auditorium Gubernuran, Jumat (14/11/2025), yang dihadiri oleh delegasi dari berbagai negara.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyambut langsung para tamu undangan yang berasal dari dalam dan luar negeri. Acara tersebut juga dihadiri oleh Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid; Ketua BWI, Kamaruddin Amin; Ketua Baznas RI, Noor Achmad; Pimpinan PM Gontor, KH. Hasan Abdullah Sahal; serta delegasi dari Mesir, Kuwait, Saudi, Maroko, dan Syiria. Jajaran Forkopimda, DPRD Sumbar, dan para Kepala OPD di lingkungan Pemprov turut hadir.

Dalam sambutannya, Mahyeldi menyampaikan apresiasi atas kehadiran para peserta. “Malam ini bukan hanya jamuan, tetapi juga wujud persaudaraan. Para tamu telah datang membawa ilmu dan gagasan untuk kemaslahatan umat,” ujarnya.

Gubernur menekankan bahwa Sumatera Barat memiliki sejarah panjang dalam tradisi wakaf dan pendidikan Islam. Ia berharap konferensi ini dapat memicu kolaborasi baru. “Semoga pertemuan ini melahirkan inspirasi bagi Sumbar, Indonesia, dan dunia Islam,” katanya.

Hidayat Nur Wahid mengapresiasi jamuan yang diberikan oleh Pemprov Sumbar dan menyoroti potensi wakaf Indonesia yang mencapai Rp2.000 triliun per tahun. “Yang baru bisa dioptimalkan baru sekitar Rp3,5 triliun. Kerja sama dengan dunia internasional dapat membuka peluang besar bagi penguatan wakaf nasional,” jelasnya. Ia berharap konferensi ini dapat menghasilkan kolaborasi global.

Dr. Moustafa Desouky Kasba, pakar wakaf dari Mesir, menilai Sumatera Barat memiliki potensi besar untuk mengembangkan wakaf secara modern. Ia menawarkan agar Sumbar belajar dari pengalaman negara-negara Arab. “Wakaf adalah kekuatan sosial dan ekonomi jangka panjang. Kami siap berbagi pengalaman untuk pengelolaan yang aman, produktif, dan sesuai tuntunan syariah,” ungkap Moustafa. Ia juga menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan.