Granulasi Kompos Lokal Tingkatkan Usaha Tani Minang Saiyo

oleh -232 Dilihat
penerapan-teknologi-granulasi-kompos-berbasis-bahan-lokal-meningkatkan-kinerja-usaha-kelompok-tani-minang-saiyo
Penerapan Teknologi Granulasi Kompos Berbasis Bahan Lokal Meningkatkan Kinerja Usaha Kelompok Tani Minang Saiyo

Solok – Tim dosen dan mahasiswa dari Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Andalas (Unand) telah melaksanakan kegiatan Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) yang berfokus pada penerapan teknologi granulasi kompos berbasis bahan lokal. Kegiatan ini dilakukan bersama Kelompok Tani Minang Saiyo di Jorong Kajai, Nagari Koto Baru, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, pada awal Desember 2025.

Program ini, yang merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat BIMA Batch 3 dan didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendikbudristek, bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah limbah ternak melalui produksi pupuk organik butiran (granular). Pupuk kompos yang sebelumnya berbentuk serbuk kini diubah menjadi bentuk granul menggunakan teknologi sederhana, sehingga lebih efisien, mudah diaplikasikan, dan memiliki daya simpan yang lebih lama.

Pelaksanaan kegiatan PKM ini melibatkan delapan kali kunjungan lapangan. Selama kunjungan tersebut, para praktisi mendemonstrasikan penggunaan alat granulator secara langsung kepada anggota kelompok tani. Selain pendampingan teknis dalam pembuatan pupuk kompos granular, tim pengabdian juga memberikan pendampingan manajemen keuangan digital berbasis Excel, strategi pengemasan dan pelabelan produk, serta promosi melalui media sosial. Pendekatan komprehensif ini dirancang untuk memperkuat tata kelola usaha kelompok tani dan memperluas jangkauan pemasaran produk pupuk organik granular mereka.

Pupuk organik granular yang diproduksi oleh Kelompok Tani Minang Saiyo Jorong Kajai Koto Baru ini diklaim dapat digunakan untuk berbagai jenis tanaman, termasuk padi, sayuran, dan tanaman perkebunan. Uji coba produk ini telah dilakukan pada tanaman padi, kacang panjang, dan buncis. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan dampak positif yang signifikan, ditandai dengan peningkatan kinerja usaha kelompok tani yang mencapai sekitar 25 persen dibandingkan sebelum program dilaksanakan. Produk kompos granular yang dihasilkan dinilai memiliki bentuk yang lebih menarik, bernilai jual lebih tinggi, dan diminati oleh petani hortikultura di wilayah sekitar.

Melalui kegiatan ini, Kelompok Tani Minang Saiyo diharapkan dapat menjadi percontohan dalam penerapan pertanian sirkular dan pertanian berkelanjutan di Sumatera Barat. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan.