Generasi Muda Tanah Datar Lestarikan Tradisi Alua Pasambahan

oleh -29 Dilihat
tanah-datar-lestarikan-tradisi-alua-pasambahan-melalui-lomba-pidato-adat
Tanah Datar Lestarikan Tradisi Alua Pasambahan Melalui Lomba Pidato Adat

Batusangkar – Tradisi lisan Minangkabau, Alua Pasambahan, kini kian digandrungi generasi muda di Tanah Datar. Hal ini terlihat dari membludaknya jumlah peserta lomba pidato adat di Balai Adat Tantejo Gurhano, Kamis (6/8/2026), yang didominasi oleh kelompok usia 16 hingga 21 tahun.

Sebanyak 24 grup dari berbagai kecamatan unjuk kebolehan dalam kompetisi tersebut. Angka ini mencatatkan lonjakan signifikan dibandingkan penyelenggaraan perdana yang hanya diikuti enam grup.

Ketua LKAAM Tanah Datar, Aresno Dt. Andomo, mengapresiasi tingginya minat peserta muda dalam melestarikan budaya lokal.

“Antusiasme generasi muda kita sangat tinggi. Para pemenang nantinya akan menerima penghargaan saat upacara peringatan HUT RI ke-81 tingkat kabupaten,” ujar Aresno.

Wakil Bupati Tanah Datar, Ahmad Fadly, menilai fenomena ini sebagai langkah positif dalam menjaga sistem norma dan diplomasi Minangkabau. Ia menyebut Alua Pasambahan adalah kunci komunikasi santun yang penuh penghormatan.

“Ini bukan hanya soal merangkai kata. Alua pasambahan adalah sistem norma, tata krama, dan diplomasi khas Minangkabau. Ia mengajarkan cara berkomunikasi yang halus dan penuh penghormatan agar tidak menyinggung perasaan lawan bicara,” tegas Fadly.

Fadly berharap dewan juri tetap menjunjung tinggi objektivitas dalam memberikan penilaian. Baginya, integritas juri memegang peranan vital dalam mencetak generasi muda yang mahir menguasai khazanah budaya.

Di tengah kemeriahan acara tersebut, Ketua Pelaksana Kegiatan, Mustafa Akmal Dt. Sidi Ali, turut meluncurkan buku memoar perjalanan hidupnya. Karya tersebut merangkum rekam jejaknya selama dua tahun sebagai wartawan, ASN, dosen, hingga advokat.

“Saya berharap catatan perjalanan ini bermanfaat dan mampu menjadi inspirasi bagi banyak orang,” tutur Mustafa.

Turut hadir dalam kesempatan itu, Wakil Ketua DPRD Tanah Datar Nurhamdi Zahari bersama jajaran kepala dinas dan tokoh adat setempat. Kehadiran para pemangku kepentingan ini mencerminkan komitmen kolektif pemerintah daerah dalam menjaga marwah budaya.