Padang – Sebanyak 52 pengurus Bundo Kanduang Ikatan Keluarga Tanah Datar (IKTD) Sumatera Barat periode 2026-2031 kini mengemban misi besar sebagai agen perubahan sosial. Pelantikan yang dipimpin oleh Ketua Umum IKTD Sumbar, Fadly Amran, digelar secara khidmat di Auditorium Istana Gubernur Sumatera Barat, Rabu (29/7/2026).
Efrida Aziz resmi didapuk sebagai nakhoda baru untuk memimpin organisasi ini selama lima tahun ke depan. Ia akan mengoordinasikan berbagai bidang, mulai dari sekretariat hingga divisi pendukung lainnya guna memperkuat peran Bundo Kanduang di tengah masyarakat.
Fadly Amran menegaskan bahwa organisasi ini harus mampu menjadi garda terdepan dalam menjawab berbagai tantangan sosial yang kian kompleks. Ia menuntut pengurus yang baru dilantik agar segera menyusun program kerja yang memberikan dampak nyata bagi warga.
“Kami mendorong Bundo Kanduang IKTD Sumbar menghadirkan program yang menjawab persoalan sosial, seperti pola asuh anak, pencegahan kenakalan remaja, hingga penyalahgunaan narkoba,” ujar Fadly.
Harapan serupa juga disampaikan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kota Padang. Sekdaprov Sumbar, Arry Yuswandi, menekankan pentingnya sinergi antara Bundo Kanduang dengan pemerintah sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah.
Menyambut tantangan tersebut, Efrida Aziz menyatakan kesiapan seluruh jajarannya untuk bekerja solid. Ia berkomitmen menjadikan Bundo Kanduang sebagai organisasi yang adaptif dan solutif.
“Bundo Kanduang IKTD Sumbar siap bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menjalankan program yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Efrida.
Prosesi pelantikan ini turut disaksikan oleh jajaran tokoh penting, di antaranya Ketua TP-PKK Sumbar Ny. Harneli Mahyeldi, Ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar Datuak Sati, serta Penasehat Bundo Kanduang IKTD Sumbar, Ny. Dian Puspita Fadly Amran.






