Bengkulu – Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Malalo (DPP IKMAL) menuntaskan Rapat Pleno pembahasan Program Kerja 2026-2029 yang dipimpin langsung Ketua Umum IKMAL, Dr. Yunus Husein, SH., LLM. Rapat ini menjadi dasar penyusunan arah organisasi untuk empat tahun ke depan dengan fokus pada penguatan lembaga, ekonomi, pendidikan, sosial budaya, dan advokasi hukum bagi masyarakat Malalo di kampung halaman maupun di perantauan.
Dalam pembahasan itu, DPP IKMAL memetakan sejumlah program prioritas. Di antaranya pendataan perantau melalui pembangunan website resmi, penguatan administrasi dan sekretariat termasuk pengadaan kantor, mobil operasional, dan seragam organisasi, serta pendirian Yayasan Malalo Tigo Jurai sebagai wadah sosial dan ekonomi.
Program lain yang masuk dalam agenda adalah pembentukan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) untuk bidang hukum dan advokasi, gerakan beasiswa, rumah belajar nagari, serta pelestarian adat dan seni Malalo Tigo Jurai pada sektor pendidikan, sosial, dan budaya.
Di bidang ekonomi dan pendanaan, organisasi ini merancang pengembangan amal usaha, lembaga ZIS, dan wisata baru. Sementara itu, pada sektor pembangunan, IKMAL juga menaruh perhatian pada rehabilitasi dan pembangunan pascabencana galodo Malalo, termasuk rehabilitasi, cetak sawah, dan pembangunan cekdam.
Ketua Umum DPP IKMAL, Dr. Yunus Husein, menekankan pentingnya kerja sama antara pengurus pusat, cabang, dan masyarakat perantau agar seluruh program berjalan efektif dan memberi manfaat nyata.
“Program kerja ini bukan hanya dokumen, tetapi komitmen bersama untuk menjadikan IKMAL sebagai motor penggerak pembangunan sosial, ekonomi, dan budaya Malalo Tigo Jurai,” tegasnya.
Sejumlah tokoh turut hadir dalam rapat tersebut, di antaranya dua anggota DPRD Tanah Datar asal Malalo, Camat Batipuh Selatan, wali nagari, ketua KAN, serta ketua BPRN Padang Laweh Malalo dan Guguak Malalo.
Dengan rampungnya rapat pleno ini, DPP IKMAL menyiapkan langkah terstruktur dengan indikator kinerja yang jelas dan target tahunan hingga 2029.






