Padang – Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota tengah berupaya memperkuat perekonomian daerah melalui strategi yang disebut “Sakato,” yang dipaparkan dalam Sarasehan Ekonomi Sumbar 2025. Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ahlul Badrito Resha, menjelaskan bahwa strategi ini menjadi landasan utama pembangunan ekonomi daerah.
Dalam forum yang mengangkat tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Melalui Inovasi dan Kolaborasi,” Ahlul Badrito Resha mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Limapuluh Kota mencapai 4,03%. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi penyumbang terbesar, mencapai 31,45% dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Menyadari adanya tantangan terkait infrastruktur dan sumber daya manusia, pemerintah kabupaten mengusung tiga pilar utama pembangunan. Pilar-pilar tersebut meliputi ekonomi kerakyatan, pertanian unggul, dan infrastruktur berkelanjutan.
Strategi Sakato diwujudkan melalui tiga program utama. “Sakato Sejahtera” berfokus pada penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), koperasi, dan sektor pariwisata. “Sakato Unggul” menekankan pengembangan pertanian dan komoditas ekspor, seperti gambir dan kopi. Sementara itu, “Sakato Kuat” bertujuan untuk membangun infrastruktur strategis, termasuk pasar baru dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).
Ahlul Badrito Resha menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dan penyelarasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dengan provinsi. “Hanya dengan kolaborasi, perekonomian Sumbar bisa tumbuh tangguh,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa arah kebijakan daerah diselaraskan dengan RPJMD Provinsi Sumbar 2025-2029. Hal ini dilakukan sebagai upaya memperkuat sinergi pembangunan lintas wilayah.
“Pemkab Limapuluh Kota tidak bisa berjalan sendiri,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, swasta, dan masyarakat adalah kunci untuk mewujudkan perekonomian Sumatera Barat yang tangguh dan berdaya saing.
Selain itu, Ahlul Badrito Resha menyampaikan langkah-langkah konkret yang telah diambil, seperti koordinasi dengan perantau untuk mendorong investasi, bantuan bibit dan alat mesin pertanian (alsintan) untuk petani, serta percepatan pelayanan publik melalui Mal Pelayanan Publik dan optimalisasi realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Sarasehan yang digelar pada Kamis (24/7/2025) ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat, Kepala Bappeda Sumbar, perwakilan perbankan, dan 19 kepala daerah se-Sumatera Barat.






