Dharmasraya Mulai Bangun Proyek Pengendalian Banjir Rp52 Miliar

oleh -177 Dilihat
proyek-pengendalian-banjir-di-dharmasraya-senilai-rp52-miliar-dimulai
Proyek Pengendalian Banjir di Dharmasraya Senilai Rp52 Miliar Dimulai

Dharmasraya – Proyek Pengendalian Banjir Batang Timpeh Tahap II di Kabupaten Dharmasraya telah memasuki tahap konstruksi fisik. Inisiatif ini, yang didukung oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Kementerian Pekerjaan Umum dan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, bertujuan untuk mengurangi risiko banjir musiman di Kecamatan Timpeh.

Proyek yang didanai melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan nilai kontrak Rp52,1 miliar ini, difokuskan pada kawasan Nagari Taratak Tinggi dan sekitarnya. Pemerintah Kabupaten Dharmasraya memberikan dukungan dalam bentuk fasilitasi dan koordinasi lapangan.

Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, menyampaikan apresiasi atas dimulainya proyek tersebut. “Kami sangat berterimakasih atas perhatian Kementerian PUPR dan langkah nyata BWS Sumatera V dalam merespons kebutuhan masyarakat kami,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa proyek ini merupakan “bentuk kolaborasi yang baik antara pusat dan daerah.”

Menurutnya, penanganan banjir menjadi prioritas sejak awal masa jabatannya, terutama setelah banjir melanda Timpeh dua hari setelah pelantikan kepala daerah. “Kami dari pemerintah daerah terus berkoordinasi dan menyampaikan aspirasi masyarakat. Alhamdulillah pekerjaan ini sekarang sudah berjalan di lapangan,” ungkapnya.

Pekerjaan konstruksi dilaksanakan oleh PT Basuki Rahmanta Putra, dengan pengawasan dari konsultan supervisi gabungan PT Indra Karya (Persero) dan PT Geodinamik Konsultan.

Kegiatan fisik yang dilakukan meliputi pembangunan tanggul beton siklop, bronjong, minipile, serta pekerjaan betonisasi lainnya. Proyek ini ditargetkan selesai dalam 260 hari kalender sejak tanggal kontrak, yaitu 16 April 2025.

Hingga awal Juli 2025, progres fisik proyek telah mencapai 9,19 persen. Proyek ini diharapkan dapat memberikan perlindungan bagi sekitar 25 hektare lahan produktif dan pemukiman warga yang rentan terhadap luapan Sungai Batang Timpeh.

“Kami akan terus mendukung pelaksanaan proyek ini dan berharap manfaatnya benar-benar bisa dirasakan masyarakat, baik dari sisi keselamatan maupun peningkatan ekonomi warga,” pungkas Annisa.