Aguswanto Apresiasi Hiswana Migas Pantau Harga Pengecer

oleh -21 Dilihat
warga-pasaman-aguswanto-apresiasi-hiswana-migas-yang-selalu-monitor-harga-pengecer
Warga Pasaman Aguswanto Apresiasi Hiswana Migas yang Selalu Monitor Harga Pengecer

Pasaman – Sejumlah warga di Kabupaten Pasaman menyatakan harga LPG 3 kilogram dan BBM di tingkat pengecer masih berada pada kisaran wajar, meski momen Idul Adha kerap diikuti kekhawatiran soal lonjakan harga. Salah satunya datang dari Aguswanto, yang mengapresiasi langkah Hiswana Migas dalam memonitor anggotanya agar distribusi dan pemasaran BBM, terutama LPG 3 kilogram, tetap berjalan normal.

Aguswanto menilai kabar soal harga yang disebut mencekik tidak bisa digeneralisasi. Menurut dia, kondisi itu lebih banyak dipicu ulah segelintir oknum pengecer, bukan seluruh pelaku usaha maupun pangkalan.

“Saya langsung pulang kampung sekaligus merayakan Idul Adha, untuk mengetahui apakah benar harga di kampung saya Pasaman melonjak dengan tidak wajar, ternyata tidak demikian halnya, masih dengan harga wajar dan warga tidak keberatan. Kalaupun ada oknum pengecer memanfaatkan situasi, itu tidak semuanya, bagi yang merasa dirugikan dengan hal tersebut laporkan saja, agar pengecer nakal itu bisa ditindak,” kata Aguswanto.

Ia menambahkan, jika memang ada harga BBM yang melonjak di luar kewajaran, aparat penegak hukum harus segera turun tangan. Dengan begitu, keluhan warga tidak melebar dan Pertamina maupun Hiswana Migas tidak dijadikan sasaran tudingan.

“Kalau ada oknum pengecer yang menjual harga BBM, termasuk LPG, di batas harga kewajaran, semestinya aparat kepolisian segera mengambil tindakan, agar tidak merembes ke mana-mana,” ujarnya.

Aguswanto juga mengimbau masyarakat agar tidak membeli gas atau BBM dengan harga di atas kewajaran. Warga, kata dia, sebaiknya langsung melapor kepada pihak berwenang agar penjual yang nakal bisa ditindak.

“Warga jangan mau dibohongi dan diperas dengan harga tinggi. Jika itu terjadi, jangan beli, serta serahkan penjualnya pada kepolisian agar ditindak,” tegas Aguswanto.

Pernyataan serupa disampaikan Prima, seorang pengojek di Pasaman. Ia mengaku baru membeli LPG 3 kilogram dengan harga yang masih normal, sehingga heran saat mendengar kabar soal harga tak wajar di sejumlah tempat.

“Saya baru kemarin beli gas pak, harganya gak mahal, masih wajar-wajar saja. Bapak boleh tanya sama yang lain, pasti mereka katakan harganya masih wajar,” ujar Prima, warga Simpang Ampek.

Ia mengaku tidak mengetahui kondisi harga di wilayah lain. Namun, untuk daerah tempat tinggalnya, Prima memastikan harga LPG masih sesuai kewajaran.

“Kalau tempat lain saya gak tahu pak, tapi kalau di sini saya pastikan masih wajar,” katanya sambil berlalu membawa penumpang.

Keterangan Aguswanto dan Prima itu memperlihatkan bahwa di sejumlah titik di Pasaman dan Pasaman Barat, LPG 3 kilogram tetap dibeli warga dengan harga normal saat Idul Adha. Keduanya bahkan mengaku keluarga mereka sempat membeli LPG untuk kebutuhan memasak rendang yang membutuhkan bahan bakar lebih banyak.