Laksma Pardosi Jalin Kedekatan, Tokoh Papua Apresiasi

oleh -151 Dilihat
dekat-dengan-masyarakat-adat,-laksma-pardosi-tuai-apresiasi-dari-tokoh-papua
Dekat dengan Masyarakat Adat, Laksma Pardosi Tuai Apresiasi dari Tokoh Papua

Jayapura – Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) X/Jayapura, Laksma (Mar) F.J.H Pardosi, menuai apresiasi dari berbagai elemen masyarakat Papua atas kepemimpinannya yang dinilai humanis dan berakar pada kearifan lokal. Pendekatan yang dilakukan mencakup sinergi dengan masyarakat adat, partisipasi aktif dalam kegiatan sosial, serta menjaga stabilitas kawasan maritim melalui pendekatan budaya dan edukatif.

Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua, Nerlince Wamuar, pada Rabu (9/7/2025), mengungkapkan bahwa hubungan antara Lantamal X dan masyarakat adat terjalin sangat baik. Ia menilai Laksma Pardosi sebagai sosok pemimpin yang dekat dengan masyarakat. “Beliau hebat, sebagai orang nomor satu di Lantamal X, mau datang langsung ke kantor MRP. Itu suatu kehormatan bagi kami. Hubungan kami jadi sangat baik sejak saat itu,” ujarnya.

Wamuar menambahkan, Laksma Pardosi tidak hanya berkomunikasi dengan masyarakat adat, tetapi juga terlibat langsung dalam kegiatan seperti penanaman mangrove, penanaman jagung, serta aksi bersih sungai dan pantai. Inisiatif Laksma Pardosi untuk mengusulkan penggunaan nama lokal bagi Lantamal Jayapura juga diapresiasi. “Itu sangat luar biasa. Beliau punya keberpihakan pada kearifan lokal,” imbuhnya.

Tokoh adat Papua, Melly Auwy, menyampaikan apresiasi serupa dan menilai Laksma Pardosi layak mendapatkan penghargaan atas kedekatannya dengan masyarakat adat. “Saya sendiri ikut melihat bagaimana beliau duduk bersama para-para adat, berdiskusi dan mendengarkan dengan hati. Itu bukan hal yang biasa dilakukan pemimpin militer,” ungkapnya.

Auwy menambahkan bahwa masyarakat adat merasa lebih dihargai dan dilibatkan. Ia berharap komunikasi yang telah terjalin dapat terus dipertahankan dan diperkuat. “Kehadiran Laksma Pardosi diterima alam Papua, para leluhur, dan diberkati Tuhan,” pungkasnya.

Ketua Analisis Papua Strategis dan dosen FISIP Universitas Cenderawasih, Dr. Laus Rumayon, menilai pendekatan Laksma Pardosi dalam menjaga stabilitas kawasan maritim sangat tepat. “Pendekatan beliau tidak hanya bersifat kewilayahan, tapi juga menyentuh sisi antropologis dan sosiologis. Ia membangun stabilitas melalui pemberdayaan masyarakat pesisir dan budaya maritim,” jelasnya.

Rumayon menyoroti peningkatan kerja sama antara Lantamal X dan masyarakat sipil serta lembaga pendidikan, termasuk dalam edukasi lingkungan dan pelestarian laut. “Kepemimpinan Laksma Pardosi termasuk dalam kategori partisipatif. Ia bukan tipe pemimpin yang hanya memberi perintah, tapi mau mendengar dan melibatkan semua pihak dalam mencari solusi bersama,” ujarnya.

Laksma Pardosi juga menginisiasi sejumlah program kolaboratif antara Lantamal X dan Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Jayapura, seperti Kampung Pelangi, seminar kemaritiman dan kesehatan laut, serta festival budaya dan olahraga perairan. Selain itu, Lantamal X menjalin kerja sama dengan Duta Besar Seychelles untuk ASEAN, Nico Barito, dalam mengintegrasikan program Kampung Bahari Nusantara (KBN) dengan konsep Blue Natural Capital.

Inisiatif ini sejalan dengan arahan Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, serta merupakan bagian dari pelaksanaan program Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto.

Masyarakat adat dan tokoh Papua berharap Laksma Pardosi dapat bertugas lebih lama di Papua. “Kami belum puas dengan kepemimpinan beliau. Baru sebentar, tapi dampaknya sudah begitu besar. Kalau bisa, jangan cepat dipindahkan,” ujar Auwy.

Wamuar menilai kehadiran Laksma Pardosi telah menciptakan iklim saling percaya antara institusi militer dan masyarakat. “Kalau semua pemimpin seperti beliau, Papua akan damai dan maju. Kami berharap negara memberi waktu lebih lama bagi beliau untuk menuntaskan semua program baik ini,” tutupnya.