Pemko Keruk Sedimen Sungai Pampangan Usai Kunjungan Wako

oleh -174 Dilihat
usai-dikunjungi-wako-fadly-amran,-pemko-mulai-keruk-sedimen-sungai-pampangan
Usai Dikunjungi Wako Fadly Amran, Pemko Mulai Keruk Sedimen Sungai Pampangan

Padang – Pemerintah Kota Padang mengambil langkah antisipatif terhadap potensi banjir dengan memulai pengerukan Sungai Pampangan Nan XX di Kecamatan Lubuk Begalung. Tindakan ini dilakukan sebagai respons terhadap keluhan warga yang sering terdampak banjir akibat luapan sungai saat hujan deras.

Pengerukan sungai dimulai pada Selasa (7/7/2025) oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang, menggunakan alat berat jenis ekskavator. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan lapangan yang dilakukan oleh Wali Kota Padang pada Jumat (20/6/2025).

Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Tri Hadiyanto, menjelaskan bahwa fokus pengerukan adalah pada aliran sungai sepanjang 500 meter, mulai dari Gang Loko hingga Komplek Permata Harbaindo yang bermuara ke Sungai Jirak Pampangan. “Pengerukan ini kami fokuskan pada aliran sungai sepanjang 500 meter, dari Gang Loko hingga Komplek Permata Harbaindo yang bermuara ke Sungai Jirak Pampangan,” ujarnya.

Menurut Tri Hadiyanto, sungai tersebut mengalami pendangkalan akibat sedimen, material longsoran, dan tumpukan sampah yang menghambat aliran air. Kondisi ini menyebabkan kawasan Pampangan rentan tergenang saat curah hujan tinggi. “Ini merupakan respon cepat dari arahan langsung Bapak Wali Kota saat meninjau lokasi. Kami bergerak cepat untuk mengembalikan fungsi sungai sebagai saluran yang lancar dan aman bagi warga,” katanya.

Program pengerukan ini melibatkan kolaborasi antara Pemerintah Kota Padang, Pemerintah Kecamatan Lubuk Begalung, Kelurahan Pampangan, serta dukungan dari Anggota Komisi I DPRD Kota Padang, Devi Febrida.

Inisiatif ini merupakan bagian dari Program Pengendalian Banjir Terpadu dan sejalan dengan program unggulan Pemerintah Kota Padang, Padang Rancak, yang bertujuan untuk menciptakan kota yang aman, bersih, dan nyaman dari bencana, termasuk banjir.

Warga setempat berharap pengerukan sungai ini dapat mengurangi risiko banjir dan menciptakan lingkungan yang lebih aman, terutama menjelang musim hujan.