KPU Sumbar Siapkan Pemilu 2029, Mutakhirkan Data Pemilih

oleh -316 Dilihat
rakor-pemutakhiran-data-pemilih-berkelanjutan,-ketua-kpu-sumbar:-langkah-awal-menuju-pemilu-2029
Rakor Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan, Ketua KPU Sumbar: Langkah Awal Menuju Pemilu 2029

Padang – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) memulai persiapan menuju Pemilihan Umum (Pemilu) 2029 dengan menggelar Rapat Koordinasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan tahun 2025. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 26 Juni 2025, di Aula Kantor KPU Sumbar, Jalan Pramuka No. 9, Padang.

Rapat koordinasi ini didasarkan pada Peraturan KPU Nomor 1 Tahun 2025 tentang Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan. KPU melaksanakan kegiatan ini setelah seluruh tahapan Pemilu dan Pilkada selesai.

Rakor ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan dari Kapolda Sumbar, Danrem 032/Wirabraja, Danlantamal, Danlanud, Bawaslu Sumbar, Dirjen Pemasyarakatan, dan Dirjen Imigrasi.

Selain itu, perwakilan dari Kementerian Agama, Dinas Dukcapil Sumbar, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, dan Dinas PMD Provinsi Sumbar juga turut berpartisipasi. Kehadiran mereka dianggap penting dalam upaya penyempurnaan data pemilih yang lebih akurat dan mutakhir.

Ketua KPU Sumbar, Surya Efitrimen, menjelaskan bahwa pemutakhiran data pemilih merupakan langkah awal dalam persiapan menuju Pemilu 2029. Langkah ini dilaksanakan secara serentak oleh KPU RI, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota.

“Pemutakhiran ini merupakan kelanjutan setelah tahapan pemilu usai dan untuk mengelola data pemilih secara berkelanjutan,” ungkap Surya, yang didampingi oleh Kordiv Perencanaan Data dan Informasi, Medo Patria, serta Kordiv Hukum dan Pengawasan, Hamdan.

Surya menambahkan bahwa daftar pemilih yang akurat harus memenuhi indikator yang jelas dan terukur. Hal ini bertujuan agar data pemilih dapat terjaga dengan baik untuk pelaksanaan pemilu maupun pilkada di masa mendatang.

“Kami berharap rapat koordinasi ini memperkuat kerja sama antarlembaga,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga validitas data pemilih. “Semoga koordinasi ini mencegah terjadinya kejanggalan data di pemilu dan pilkada Sumbar ke depan,” pungkasnya.