Kemnaker Gandeng IJTI Perkuat Kompetensi Digital Jurnalis Kampus

oleh -11 Dilihat
kemnaker-gandeng-ijti-tingkatkan-kompetensi-digital-jurnalis-kampus
Kemnaker Gandeng IJTI Tingkatkan Kompetensi Digital Jurnalis Kampus

Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggandeng Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) untuk memperkuat kapasitas jurnalis kampus, dengan penekanan pada penguasaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) serta literasi ketenagakerjaan di tengah transformasi digital.

Kerja sama itu resmi berjalan setelah Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi dan Ketua Umum IJTI Herik Kurniawan menandatangani Nota Kesepahaman di Kantor Dewan Pers, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Kemitraan yang berlaku selama tiga tahun tersebut mencakup pengembangan kapasitas sumber daya manusia, kolaborasi literasi, serta optimalisasi sarana pendukung bagi generasi muda.

Cris mengatakan media massa memiliki peran penting dalam menyebarkan informasi ketenagakerjaan yang akurat sekaligus edukatif.

Melalui kolaborasi ini, Kemnaker ingin membekali generasi muda dengan kompetensi yang sesuai agar mampu mengikuti perubahan di dunia kerja.

“Fokus utama kerja sama ini adalah menyiapkan generasi muda, khususnya jurnalis kampus, agar memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan AI. Kami ingin memperkuat edukasi ketenagakerjaan melalui publikasi yang informatif dan mudah dipahami masyarakat,” kata Cris.

Ia menambahkan, disrupsi digital adalah kenyataan yang menuntut peningkatan kompetensi secara berkelanjutan.

Karena itu, program upskilling dan reskilling dinilai menjadi langkah penting agar angkatan kerja baru tetap kompetitif di pasar kerja global.

Selain penguatan SDM, kerja sama ini juga diarahkan untuk mengenalkan ekosistem layanan ketenagakerjaan SiapKerja kepada masyarakat.

Layanan tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari peningkatan kompetensi, penempatan tenaga kerja, pengembangan usaha, hingga jaminan sosial.

Kemnaker berharap mahasiswa yang terlibat dalam program ini dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.

Cris menegaskan, mahasiswa tidak hanya dituntut menjadi penyampai informasi, tetapi juga penggerak masyarakat agar lebih produktif, adaptif, dan berdaya saing.