Wali Kota Padang Bagikan Strategi Mitigasi Bencana di GSDC

oleh -23 Dilihat
wali-kota-padang-paparkan-strategi-mitigasi-bencana-di-forum-gsdc
Wali Kota Padang Paparkan Strategi Mitigasi Bencana di Forum GSDC

Tangerang – Manajemen data dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama Kota Padang dalam menekan dampak bencana hidrometeorologi. Keberhasilan model mitigasi bencana di ibu kota Sumatera Barat ini mendapat pengakuan internasional dalam ajang Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026 di ICE BSD, Tangerang, Rabu (24/6/2026).

Akademisi dari City University of Hong Kong memberikan apresiasi khusus terhadap pola penanganan bencana yang diterapkan Pemerintah Kota Padang. Assistant Professor Peipei Chen menilai langkah Pemkot Padang dalam mengelola data sebelum bencana terjadi sangat krusial untuk menciptakan penanganan yang lebih presisi.

“Cara mengelola data sangat penting, terutama memperhatikan tren sebelum bencana terjadi agar penanganan lebih cepat dan terukur, seperti yang dilakukan di Kota Padang,” ujar Peipei dalam sesi diskusi.

Dalam forum tersebut, Wali Kota Padang Fadly Amran memaparkan bahwa ketangguhan wilayahnya bertumpu pada sinergi berbagai elemen. Ia menyebut keterlibatan aktif Kelompok Siaga Bencana (KSB), TNI-Polri, hingga sektor swasta menjadi fondasi utama dalam menciptakan ketahanan daerah.

“Kolaborasi semua pihak, mulai dari Kelompok Siaga Bencana (KSB), TNI-Polri, hingga sektor swasta adalah kunci keberhasilan Kota Padang tangguh menghadapi bencana,” jelas Fadly.

Selain kolaborasi, Fadly menekankan pentingnya integrasi riset akademis ke dalam kebijakan publik. Komitmen tersebut dibuktikan dengan alokasi anggaran daerah sebesar Rp371,85 miliar yang difokuskan pada empat tahapan strategis, yakni tanggap darurat, rehabilitasi, rekonstruksi, serta peningkatan kesiapsiagaan berkelanjutan.

Diskusi yang dipandu oleh Dekan City University of Hong Kong, Benjamin Horton, ini juga menyoroti fenomena Siklon Tropis Senyar yang melanda Asia Tenggara. Assistant Professor Jung Eun Chu mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut kini menjadi objek penelitian intensif mereka.

Sementara itu, Assistant Professor Ping Han menutup diskusi dengan menekankan bahwa tantangan perubahan iklim global memerlukan kerja sama lintas negara yang lebih erat. Kehadiran Fadly Amran sebagai satu-satunya kepala daerah yang menjadi pembicara kunci dalam forum ini menegaskan posisi Kota Padang sebagai rujukan dalam manajemen risiko bencana di tingkat global.